Ekspor Minyak Arab Saudi Catat Rekor Terendah dalam 35 Tahun

Ekspor Minyak Arab Saudi Catat Rekor Terendah dalam 35 Tahun

Ekspor-Minyak-Arab-Saudi-Catat-Rekor-Terendah-dalam-35-Tahun
Ekspor Minyak Arab Saudi Catat Rekor Terendah dalam 35 Tahun

Arab Saudi catatkan rekor buruk ekspor minyak dalam kurun 35 tahun. Kejayaan raja minyak dari Timur Tengah itu kini sedang tidak berdaya dipukul pandemi Covid-19.  

Arab Saudi memangkas ekspornya ke pasar minyak AS, setelah sebelumnya sempat membanjiri Amerika Serikat dengan minyak mentah pada awal tahun ini.

Negeri Timur Tengah itu mengekspor hanya satu kargo ke AS sepanjang Juni 2020 atau setara dengan sekitar 133.000 barel per hari, menurut data pelacakan kapal tanker.

Angka itu tercatat hanya sepersepuluh dari 1,3 juta barel per hari yang dikirimkan kerajaan pada April, ketika Riyadh membanjiri pasar global dalam perang harga yang singkat melawan Rusia.

Jika laju ekspor yang rendah dipertahankan pada pertengahan Juni. Impor minyak mentah AS dari Arab Saudi dapat turun ke level terendah dalam 35 tahun, menurut para pedagang dan analis. Kondisi ini dapat membantu menyeimbangkan kembali pasar minyak AS.

Aliran minyak Saudi akan jatuh tepat ketika perusahaan penyulingan dalam negeri akan mulai meningkatkan produksi. Dan produksi dalam negeri terus menurun,” tutur Kepala Analis minyak di Energy Aspects Ltd. Amrita Sen.

“Perusahaan penyulingan AS akan harus mengimpor dari tempat lain dan kehabisan stok,” tambahnya, seperti dilansir melalui Bloomberg, Rabu (17/6/2020).

Yang pasti, beberapa kapal tanker Saudi belum menunjukkan tujuan akhir mereka, sehingga penghitungan final ke AS bisa sedikit lebih tinggi.

Baca Juga: Tambang Tua di China Akan Kembali Dibuka

Namun, tren sepanjang bulan ini menunjukkan aliran minyak Saudi semakin berkurang.

Beberapa pejabat industri minyak Saudi mengatakan kecil kemungkinan kerajaan akan meningkatkan pengiriman ke AS pada pertengahan bulan ini dan hingga Juli.

Ekspor minyak Arab Saudi yang lebih sedikit kemungkinan akan mengurangi stok minyak mentah Amerika dan memperkuat dampak harga.