Ekspor Batu Bara RI Ditengah Transisi

Ekspor Batu Bara RI Ditengah Transisi

Ekspor Batu Bara RI Ditengah Transisi
Ekspor Batu Bara RI Ditengah Transisi

Komoditas ekspor batu bara Indonesia dari luar negeri diperkirakan tetap terjada meski dunia sedang berupaya menjalani transisi energi di masa depan.

Fluktuasi memang akan terjadi akibat beberapa negara saat ini berencana mulai beralih ke penggunaan energi baru terbarukan (EBT) untuk menghasilkan energi listrik di negaranya.

Manager Program Transformasi Energi, IESR, Jannata Giwangkara dalam Peluncuran Laporan Seri Studi Peta Jalan Transisi Energi Indonesia, Jakarta, Rabu, (4/11/2020). menyampaikan “Proyeksi permintaan energi di Indonesia akan alami penurunan,” katanya.

Lebih lanjut Jannata menjelaskan, sebagai negara eksportir batu bara, Indonesia akan mungkin akan mengalami penyempitan pasar lantaran negara tujuan ekspor mulai beralih pada energi selain fosil. Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Beberapa negara tujuan sudah mulai melakukan transisi ke EBT yang rendah karbon,” kata dia.

Beberapa negara yang mulai melakukan transisi energi diantaranya, Jepang, Vietnam, Filipina dan Korea.

Penurunan permintaan ekspor batu bara ini juga akan berdampak bagi sejumlah wilayah di Indonesia yang hidup dari industri ini.

Baca Juga: Bule Jerman Kerja Serabutan di Tambang Timah

Setidaknya ada 5 kabupaten di 4 provinsi yang akan terganggu lantaran mengandalkan sektor batu bara sebagai pendapatan daerah.