Ekspor Batu Bara RI Bakal Turun

Ekspor Batu Bara RI Bakal Turun

Ekspor Batu Bara RI Bakal Turun
Ekspor Batu Bara RI Bakal Turun

Optimisme pemerintah garap proyek hilirisasi akan menekan ekspor batu bara RI.

Pemerintah memiliki fokus dalam pengembangan mineral dan komoditas batu bara dengan hilirisasi.

Akibatnya, batu bara yang selama ini didominasi untuk ekspor ke luar negeri, akan lebih banyak dimanfaatkan di dalam negeri.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, mengatakan pemerintah akan secara serius menggarap proyek hilirisasi batu bara sehingga batu bara juga bernilai tambah.

Dia mengatakan, batu bara akan diubah menjadi sejumlah produk seperti methanol yang dapat dijadikan campuran untuk biodiesel (Fatty Acid Methyl Esters/ FAME), lalu Dimethyl Ether (DME) yang bisa digunakan sebagai substitusi LPG.

“Batu bara Indonesia saat ini lebih banyak diekspor. Kita juga ingin mengubahnya, meng-convertnya juga agar kita punya nilai tambah jadi DME, methanol, dan lain-lain. Produk turunan bernilai tambah 2-3 kali,” tuturnya, dalam acara INDY FEST 2020 dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-20 PT Indika Energy Tbk yang ditayangkan dalam kanal YouTube Netmediatama kemarin, Senin (19/10/2020).

Menurutnya, salah satu perusahaan batu bara nasional milik Bakrie group, berencana melakukan hilirisasi batu bara ini dengan bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat yakni Air Product.

Luhut juga mengatakan, hilirisasi batu bara ini juga bisa dikembangkan menjadi DME untuk menggantikan LPG, sehingga bisa mengurangi impor LPG.

Menurutnya, hilirisasi batu bara menjadi DME ini bisa mengurangi impor LPG sebesar Rp 40 triliun.

Dia menyebut, impor LPG dalam lima tahun terakhir terus meningkat. Pada 2019 impor LPG bahkan mencapai 5,7 juta ton atau senilai US$ 2,5 miliar.

“Kita, Indonesia, ke depan akan bicara tentang penghematan, efisiensi,” ujarnya.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Cuan Pada Emiten Batu Bara

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dari rencana produksi batu bara pada 2020 sebesar 550 juta ton, rencana ekspor mencapai 395 juta ton dan domestik hanya sekitar 155 juta ton.

Pada 2019, dari produksi mencapai 610 juta ton, penyerapan domestik hanya sekitar 138 juta ton, dan berarti sisanya diekspor.

Adapun cadangan batu bara pada 2019 mencapai 37,6 miliar ton dan sumber daya 149 miliar ton.