Ekspor Batu Bara Kaltim Lesu

Ekspor Batu Bara Kaltim Lesu

Ekspor-Batu-Bara-Kaltim-Lesu
Ekspor Batu Bara Kaltim Lesu

Di masa pandemi Covid-19, ekspor komoditas Kaltim terpukul. Banyak komoditas yang mengalami penurunan ekspor.

Ketua DPD Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim Muhammad Hamzah mengatakan. Selama pandemi Covid-19, yang paling terdampak adalah pelaku usaha kecil menengah (UKM).

“Untuk ekspor selama pandemic, yang paling terdampak adalah UKM. Apalagi mereka ini kecil dan banyak,” kata Muhammad Hamzah, Senin (22/06).

Kemudian lanjut dia, adalah sektor ekspor batu bara dan perikanan.

“Untuk ekspor batu bara turun hingga 40 persen. Bahkan sawit lebih besar lagi,” kata dia.

Untuk sektor perikanan kata dia mencontohkan, harga udang untuk ukuran (size) 20, yang dulu seharga Rp. 250 ribu perkilogram kini turun hanya Rp. 120 ribu per kilogram.

“Sekali lagi, UKM sangat jatuh, sementara sektor perikanan harga udang turun dan belum ada yang beli,” jelasnya.

Meski demikian, di era new normal, ia berharap ada perubahan dan ekspor mulai membaik.

“Di bulan Juni ada peningkatan dan mudahan tren positif terus berkembang. Ini dipicu dibukanya keran impor negara luar,” kata dia lagi.

Sementara itu Harga logam mulia emas melesat ke level tertinggi dalam sebulan, pada awal pekan ini, karena melonjaknya kasus penularan virus Covid-19.

Baca Juga: INDY Atur Strategi Efisiensi

Hal tersebut menimbulkan rasa kekhawatiran tertundanya pemulihan ekonomi global, sehingga mendorong investor untuk mencari investasi berisiko rendah seperti emas.