Ekspor Batu Bara Indonesia Turun

Ekspor Batu Bara Indonesia Turun

Ekspor-Batu-Bara-Indonesia-Turun
Ekspor Batu Bara Indonesia Turun

Ekspor batu bara RI tersendat akibat pandemi Covid-19, permintaaan pasar mengalami penurunan. Angka realisasi ekspor pun turun sampai 18 persen.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi nilai ekspor batu bara sepanjang Januari-Mei 2020 hanya sebesar US$7,77 miliar.

Angkanya turun dari 18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$9,46 miliar.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko menyebut penurunan nilai ekspor sejalan dengan volume batu bara yang dijual ke luar negeri.

Tercatat, volume ekspor batu bara sepanjang Januari-Mei 2020 hanya 175,15 juta ton, turun 10 persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 193,82 juta ton.

“Untuk volume ekspor dibandingkan tahun lalu turun 10 persen, sedangkan nilainya turun 18 persen,” ucap Sujatmiko dalam video conference, Selasa (30/6).

Sujatmiko menjelaskan penurunan ekspor terjadi lantaran berkurangnya permintaan batu bara dari sejumlah negara, seperti China, India, Jepang, dan Korea.

Selain itu, nilai ekspor terjadi karena harga batu bara sendiri menurun di tengah pandemi virus corona.

“Penurunan kinerja ekspor disebabkan juga rendahnya harga minyak di pasar global,” imbuh dia.

Kendati turun, Sujatmiko bilang pemerintah tidak mengubah target ekspor batu bara pada 2020. Targetnya masih sama, yakni 435 juta ton.

Baca Juga: Emiten Genjot Kontribusi Kalori Tinggi

Untuk mencapai target itu, pemerintah akan membuka pasar baru sebagai tujuan ekspor. Sujatmiko menyatakan sudah melakukan komunikasi dengan Bangladesh dan Pakistan terkait ekspor batu bara.