Ekspor Batu Bara dan Minyak Sawit Kalteng Menurun

Ekspor Batu Bara dan Minyak Sawit Kalteng Menurun

Ekspor-Batu-Bara-dan-Minyak-Sawit-Kalteng-Menurun
Ekspor Batu Bara dan Minyak Sawit Kalteng Menurun

Ekspor dua komoditas andalan Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni hasil tambang batu bara dan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), dalam beberapa minggu ini mulai mengalami penurunan.

Informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Rabu (3/6/2020). Transaksi perdagangan ekspor mengalami penurunan sebesar 14,38 persen dari US$ 204,14 juta pada Bulan Maret 2020. Menjadi US$174,79 juta pada Bulan April 2020.

Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri, menyebutkan, penurunan nilai ekspor ini disebabkan berkurangnya nilai transaksi ekspor dua komoditas andalan yakni batubara dan Crude Palm Oil (CPO) yang selama ini menjadi andalan di Kalimantan Tengah.

Sejak Januari 2020, terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 19,27 persen dari US$ 881,37 juta  pada Januari-April 2019 menjadi US$ 711,54 juta pada Bulan Januari hingga Bulan April 2020.

Sedangkan di sisi impor, relatif terjadi peningkatan nilai sebesar 11,86 persen dari US$1,94 juta. Menjadi US$ 2,17 juta pada Bulan April 2020.

Baca Juga: Bukan Hanya Logam, Garam Juga Ditambang

“Rendahnya nilai transaksi komoditas impor dan masih cukup tingginya nilai ekspor selama sebulan terakhir, menyebabkan neraca perdagangan dengan seluruh mitra dagang di luar negeri mengalami surplus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Yudo Herlambang, Rabu (3/6/2020). Ia mengungkapkan,  ekonomi Kalteng masih bergantung SDA dalam triwulan I tahun 2020.