Eksplorasi Tambang Minerba Masih Minim

Eksplorasi Tambang Minerba Masih Minim

Eksplorasi Tambang Minerba Masih Minim
Eksplorasi Tambang Minerba Masih Minim

Indonesia harus lebih mengiatkan eksplorasi tambang untuk menemukan potensi cadangan tambang baru.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan eksplorasi tambang mineral dan batubara (minerba) masih minim.

Padahal, eksplorasi merupakan kegiatan kunci dalam kesinambungan industri tambang Indonesia dalam penemuan sumber daya dan cadangan tambang yang baru.

Eksplorasi menjadi faktor penting dalam menjaga pasar tambangan dan peroyeksi pemenuhan energi Indonesia.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengungkapkan, berdasarkan data Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang wewenang pemerintah pusat, investasi eksplorasi minerba di Indonesia sejatinya mengalami peningkatan dari kurun 2014-2019.

Namun, peningkatan tersebut hanya terjadi pada eksplorasi lanjutan (development exploration), tidak diiringi oleh aktivitas eksplorasi baru pada greenfield area.

Bahkan jika merujuk data dari S&P Global Market Intellegence pada Maret 2020, diketahui bahwa selama 20 tahun terakhir total biaya eksplorasi di Indonesia hanya 1% dibandingkan biaya eksplorasi yang dikeluarkan oleh perusahaan tambang di dunia.

“Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk berupaya meningkatkan minat para investor melakukan eksplorasi di Indonesia,” sebut Yunus.

Baca Juga: Hilirisasi Kunci Dorong Ekonomi Saat Masa Pandemi

Merujuk pada data Ditjen Minerba Kementerian ESDM, dalam lima tahun terakhir, alokasi belanja eksplorasi tidak pernah melebihi 3,5% dari total investasi minerba di tahun yang sama.

Data pada tahun 2015 menunjukkan investasi untuk kegiatan eksplorasi minerba tercatat sebesar US$ 174,24 juta atau 3,31% dari total investasi minerba saat itu.