Efisiensi Sektor Melalui Teknologi 5G

Efisiensi Sektor Melalui Teknologi 5G

Efisiensi Sektor Melalui Teknologi 5G
Efisiensi Sektor Melalui Teknologi 5G

Orang beranggapan bahwa peningkatan generasi standar teknologi seluler, dari 3G ke 4G, atau 4G ke 5G.

Pada kenyataannya hal itu hanya berdampak ke kecepatan Internet saja.

Memang, peningkatan kecepatan merupakan salah satu saja dari perbaikan itu.

Namun, itu bukanlah hal yang paling penting yang diusung generasi terbaru standar teknologi komunikasi seluler.

Teknologi 5G, bila dibandingkan 4G, 5G ini memiliki jangkauan dan kapasitas lebih tinggi, bandwidth lebih besar, serta latency lebih rendah.

Bila dimanfaatkan dengan benar, peningkatan tersebut akan membawa keuntungan dari sisi terbukanya use case baru.

Sebagai generasi terbaru dari teknologi seluler, 5G secara dramatis telah mengubah banyak industri, tidak terkecuali pertambangan.

Dulunya pertambangan bergantung pada tenaga kerja manual, namun dengan hadirnya 5G, maka sektor pertambangan telah berkembang menjadi industri teknologi tinggi yang menggabungkan kontrol jarak jauh dan smart mining tak berawak.

Dalam penggunaannya, 5G sangat ideal untuk konstruksi tambang pintar dan penambangan adalah “medan perang” baru untuk use case bisnis teknologi 5G.

Perusahaan yang bergerak di bidang penambangan China Molybdenum telah mengoperasikan satu-satunya tambang pintar berkekuatan 5G di dunia.

30 kendaraan penambangan otonom berbasis 5G telah dikerahkan. Set up 5G environment membantu menyediakan solusi mengemudi truk mereka.

Dengan penggunaan inovasi 5G juga membantu mereka mendapatkan efisiensi di pertambangan.

Baca Juga: Pengiriman Batubara Lewat KAI Terus Meningkat

Dengan mengandalkan teknologi ini, pengusaha tambang bisa memangkas gaji tenaga driver sekaligus meningkatkan kecepatan maksimum truk hingga 25km/jam dari sebelumnya hanya 10km/jam karena mengandalkan operasi manual.

Yang tak kalah penting, lingkungan kerja di pertambangan juga akan lebih aman.