EBT Bikin Produsen Listrik dari Batu Bara Tersaingi?

EBT Bikin Produsen Listrik dari Batu Bara Tersaingi?

EBT Bikin Produsen Listrik dari Batu Bara Tersaingi?
EBT Bikin Produsen Listrik dari Batu Bara Tersaingi?

Kendati dunia sedang mendorong penggunaan energi bersih, para pengusaha batu bara tidak merasa khawatir bila Indonesia mulai melakukan transisi energi ke yang lebih ramah lingkungan.

Produsen batu bara tak khawatir sebab mayoritas produsen listrik berbasis batu bara juga berinvestasi di listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

“Ini ternyata orangnya sama, yang dulu batu bara sekarang pakai bio massa itu orangnya sama, pemainnya yang dominan ini sama orangnya,” kata Direktur PT Adaro Power Adrian Lembong.

Dia menjelaskan, para produsen listrik berbasis batu bara juga tidak konservatif dan memaksakan batu bara sebagai sumber energi untuk listrik di Indonesia.

Bila tenaga listrik dari EBT dinilai lebih baik dan lebih bermanfaat, mereka juga akan melebarkan sayap usaha.

“Di dalam asosiasi ini juga dominasi dulunya produsen listrik batu bara, sekarang berubah ke listrik EBT,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah tengah menyiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai energi baru terbarukan (EBT). Salah satu isi dalam Perpres tersebut adalah harga jual EBT.

“Di dalam Perpres ini mengatur beberapa pokok, pertama masalah harga,” kata Direktur Aneka Energi, Kementerian ESDM Harris Yahya dalam diskusi Pengembangan Energi Baru Terbarukan, Jakarta, pada Kamis 22 Oktober 2020.

Harris menjelaskan aturan harga EBT ini sangat berperan dalam pengembangan energi di Indonesia kedepannya.

Baca Juga: EBT Bikin Produsen Listrik dari Batu Bara Tersaingi?

Pada Perpres ini tarif EBT disesuaikan dengan mekanisme izin tarif. Harga yang telah ditetapkan ini akan menjadi acuan sehingga tidak ada lagi proses negosiasi.

“Harga ditetapkan dalam Keppres dan tidak ada negosiasi,” kata Harris.