Durian dan Nangka Menjadi Komponen Baterai Mobil Listrik

Para peneliti di Universitas Sydney mengatakan, durian dan nangka dapat digunakan menjadi komponen baterai yang bisa dipakai di mobil listrik. 

Durian-dan-Nangka-Menjadi-Komponen-Baterai-Mobil-Listrik
Durian dan Nangka Menjadi Komponen Baterai Mobil Listrik

Nantinya, peneliti tersebut akan mengambil limbah dari bagian yang tidak bisa dimakan dari durian dan nangka. Kemudian akan dikembangkan menjadi komponen penyimpanan listrik khususnya dalam metode pengisian cepat.

“Kami melihat durian dan nangka karena sekitar 70 persen buahnya tidak dapat dimakan,” ujar Vincent Gomes selaku Profesor Universitas Sydney.

“Kami berpikir untuk menggunakan hal-hal yang disediakan alam. Limbah dengan nol biaya yang biasanya dikirim ke tempat pembuangan sampah. Lalu memprosesnya menjadi elektroda kapasitor super ini,” lanjutnya. 

Meski beraroma tajam, buah durian dan nangka yang sangat populer di Asia ini sangat mudah untuk digunakan jika mau mengembangkan baterai mobil listrik di masa depan. Bahkan, para peneliti mengatakan biaya pengembangan dari baterai mobil listrik tersebut tidak memakan biaya dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Corona Jadi Pandemi, Apa Kabar Harga Batu Bara?

“Mampu menyimpan (listrik) dengan murah, dalam jumlah besar, akan menjadi game-changer besar,” imbuh Gomes. 

“Seseorang dapat menyimpan energi dan menggunakannya di malam hari ketika matahari tidak bersinar,” lanjutnya. 

Selain itu, para peneliti juga mengatakan baterai yang dibuat dari durian dan nangka akan bertahan lebih lama dan mengisi daya lebih cepat dibanding dengan baterai lithium-ion yang dijumpai di ponsel, tablet, dan mobil listrik. 

“Hasil yang fantastis adalah jika kapasitor super ini diisi, bisa menjalankan ‘tuk-tuk’ atau skuter dengan cepat,” ujarnya. 

“Di desa, ketimbang membakar mesin diesel, mereka dapat mengandalkan perangkat penyimpanan energi ini untuk menyalakan listrik sepanjang hari,” tegas Vincent Gomes.