Dirut Pertamina: Penggunaan Energi Fosil Turun Pada 2033

Must read

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memprediksi, penggunaan akan energi fosil (fossil fuel) akan turun pada 2033 mendatang. Sebab dalam beberapa tahun ke depan, negara-negara di dunia mulai beralih ke Energi Baru Terbarukan (EBT) atau New Renewable Energy

“Kami sadar, kami perkirakan masa fossil fuel ini sampai 2033, itu akan terjadi growth (pertumbuhan) tapi tidak besar seperti sebelumnya. Setelah 2033 ini pertumbuhan green energy akan lebih besar dari fossil fuel,” ungkap Nicke. 

Maka dari itu, Pertamina sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai dari sekarang telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Diantaranya Pertamina akan membangun kilang-kilang minyak berbasis EBT atau green refinery.

“Pertamina ke depan akan memprioritaskan SDA yang ada di Indonesia. Jadi, green refinery ini berbasis CPO dan sumber daya nabati lainnya yang akan menghasilkan biofuel,” tambahnya. 

Selanjutnya, Pertamina juga akan memaksimalkan produk petrokimia. Tercatat, perusahaan BUMN ini telah memiliki empat proyek petrokimia meliputi, pengolahan polypropylene di Kilang Balongan, produk olefin di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), proyek petrokimia di Kilang Balongan, dan petrokimia di Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

“Ini penting kami integrasikan karena once (sekali) kebutuhan fossil fuel turun, maka kemudian produk akan kami switch (alihkan) ke petrokimia. Ini rencana mitigasi dari eksisting bisnis, ujungnya adalah petrokimia,” imbuhnya.

Selain itu, Pertamina juga akan mengembangkan proyek Dimetil Eter (DME) yang menghasilkan proses gasifikasi batu bara. Tujuannya, mengurangi ketergantungan pada impor elpiji (Liquified Petroleum Gas/LPG) lantaran 70 persen kebutuhan elpiji Indonesia dipenuhi dari impor.

“Karena pemerintah mencanangkan 2027 tidak boleh lagi impor elpiji, maka kami mengganti, substitusi kepada DME,” ujarnya.

Baca Juga : Apa Jadinya Jika Energi Fosil Habis?

Menurut Nicke, penggunaan batu bara untuk DME tidak semasif PLTU. Selain DME, substitusi elpiji impor menggunakan jaringan gas yang disambungkan ke rumah tangga dan kompor listrik.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article