Dirut INDY Sebut Green Energy RI Berpotensi Tinggi

Must read

Dirut INDY Sebut Green Energy RI Berpotensi Tinggi
Dirut INDY Sebut Green Energy RI Berpotensi Tinggi

Direktur Utama PT Indika Energy Tbk (INDY) Arsjad Rasjid menyebutkan potensi green energy atau energi ramah lingkungan di Indonesia masih sangat tinggi apalagi jika ditambah dengan target pemerintah secara nasional yang mencapai 23% hingga 2025.

“Ini baru saja we just signing and create Join Venture. Mulai sekarang sudah dilakukan, energi yang digunakan surya. Komitmen ke depan, bagaimana kita sebagai perusahaan tetap berkomitmen (dalam green energy),” katanya pada Rabu (24/03/2021).

Sebagai salah satu perusahaan besar batu bara di Tanah Air, INDY juga turut andil dalam green energy melalui perusahaan patungan yang baru saja dibentuk bersama perusahaan tenaga surya asal India, Fourth Partner Energy (4PEL) yang diberi nama PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS).

Baca Juga : Dirut INDY Arsjad Rasjid Mendukung EBT di Indonesia

Dengan keseriusannya dalam pengembangan energi, INDY bahkan mengeluarkan investasi sebesar US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,25 triliun (Kurs Rp 14.500/US$). Investasi tersebut khusus untuk energi surya.

“5 tahun ke depan komitmen US$500 juta untuk tenaga solar. Commitment an sustainability, sekali lagi harus gotong royong,” sambungnya.

Kendati demikian, Arsjad turut mengungkapkan, pengembangan energi terbarukan ini memiliki sejumlah tantangan yang besar.  Beberapa tantangan yang akan dihadapi adalah  terkait dengan luasan tanah dan persoalan regulasi.

“Saling kerjasama, industri dan pemerintah dalam regulasi membantu green energy ini. Jadi, PR masih banyak. Kita terlambat dibanding negara lain yaitu Malaysia, Thailand. Tapi saya berfikir tak ada yang terlambat, saya pikir pemerintah mendorong,” pungkasnya.

Dari paparannya, satu hal yang pasti bahwa green energy adalah keharusan. Hal ini harus diimplementasikan karena berbagai negara di seluruh penjuru tengah bersaing untuk menuju ke sana. 

“The world menuju ke sana. Bukan insentif, tapi denda jika tak masuk green industry,” jelasnya. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article