Diplomasi Batu Bara Indonesia

Diplomasi Batu Bara Indonesia

Diplomasi Batu Bara Indonesia
Diplomasi Batu Bara Indonesia

Diplomasi emas hitam Indonesia terus berlanjut. Pemerintah Indonesia melobi pemerintah China agar meningkatkan perdagangan sektor batu bara.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Investasi, memimpin langsung pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Yunnan, China. 

Agenda utama pemerintah membicarakan pembelian vaksin Covid-19 dari China, Luhut dalam pertemuan tersebut juga meminta agar ada peningkatan kerja sama di bidang ekonomi.

Luhut meminta China meningkatkan impor dari Indonesia khususnya  kelapa sawit, batu bara, buah-buahan tropis dan sarang burung walet serta mendorong Bea Cukai China memfasilitasi protokol untuk nanas dan salak serta izin ekspor sarang burung walet untuk eksportir Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut menteri Wang Yi memberikan lampu hijau terhadap  hal-hal yang disampaikan oleh Menteri Luhut, serta akan meminta Kementerian terkait di China untuk menyelesaikan secara teknis isu-isu mengenai perdagangan (impor), dumping, dan investasi.

China memang menjadi tujuan utama ekspor batu bara Indonesia selama ini.

Berdasarkan catatan Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) hampir 25% porsi ekspor batu bara ditujukan ke negeri Tirai Bambu setiap tahun.

Baca Juga: China Boikot Batu Bara Australia!

Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif APBI, saat dikonfirmasi, tidak mengetahui adanya negosiasi antara pemerintah Indonesia dan China pada pekan lalu terkait perdagangan batu bara.

Namun, menurut dia perundingan atau pembicaraan antara delegasi pemerintah untuk tingkatkan penjualan batu bara Indonesia wajar saja dilakukan.