Dinamika Harga Batu Bara Hari Ini

Kemarin harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup melemah cukup dalam mengekor anjloknya harga minyak global. Ini membuat dinamika harga batu bara semakin menarik.

Dinamika-Harga-Batu-Bara-Hari-Ini
Dinamika Harga Batu Bara Hari Ini

Senin (9/3/2020) harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup melemah 2,2% ke level US$ 64,55/ton dan merupakan level terendah sejak 3 September 2019.

Kemarin harga minyak mentah kontrak juga turun signifikan lebih dari 20% dan menjadi koreksi harian terdalam sejak 1991.

Anjloknya harga minyak terjadi karena dua perkara. Pertama adalah kegagalan organisasi negara-negara eksportir minyak dan aliansinya (OPEC+) untuk mencapai kesepakatan terkait produksi minyak di negaranya.

Corona yang kini telah menyebar ke lebih dari separuh negara di dunia membuat permintaan minyak global diperkirakan mengalami kontraksi lebih dari 800.000 barel per hari (bpd) hingga akhir tahun berdasarkan estimasi IEA.

Merespons hal tersebut, Arab Saudi sebagai pemimpin OPEC mengusulkan penurunan produksi minyak lagi. Arab mengusulkan ekstra pemangkasan sebesar 1,5 juta bpd hingga akhir tahun.

OPEC akan menanggung 1 juta bpd dan meminta Rusia dan negara-negara non-OPEC lain untuk berkontribusi sebesar 500.000 bpd.

Baca Juga: Pertamina Manfaatkan Penurunan Harga untuk Borong Minyak

Namun proposal tersebut ditolak oleh Rusia dengan dalih upaya pemangkasan produksi minyak yang berkepanjangan adalah hal yang sia-sia.

“Hasil akhir dari periode pemangkasan produksi minyak OPEC+ yang terus diperpanjang, pada akhirnya cepat diganti oleh pasokan minyak dari Amerika [US Shale Oil]” kata Mikhail Leontief, seorang Sekretaris Pers Rosneft yang merupakan perusahaan migas terbesar di Rusia, mengutip Financial Times.

Arab Jaga Kestabilan Harga Dengan Mengatur Produksi Minyak

Arab Saudi tak terima dan kini beralih strategi. Selama ini strategi Arab adalah menjaga kestabilan harga minyak di pasar dengan mengatur tingkat produksinya. Akibat tak sepaham dengan Rusia, Riyadh memilih menabuh genderang perang harga dengan Moskow.

Arab kini kembali ke strategi mencari pangsa pasar dengan meningkatkan produksi minyaknya ke lebih dari 10 juta bpd dan mendiskon harga minyak ekspornya sebesar 10%. Manuver ini menjadi sebuah ancaman di pasar yang berpotensi menimbulkan fenomena ‘positive supply shock’.

Akibatnya harga minyak langsung anjlok dalam kemarin dan turut mempengaruhi pergerakan harga komoditas lain salah satunya batu bara.

Walau batu bara dan minyak tidak secara langsung berebut pasar, tetapi keduanya merupakan komoditas yang merupakan sumber energi primer global.

Menurut studi yang dipublikasikan di Internasional Journal of Energi Economics and Policy (IJEEP), supply and demand shocks pada komoditas minyak akan mempengaruhi harga komoditas batu bara secara signifikan.

Inilah yang terjadi kemarin, langkah Arab yang berpotensi menciptakan fenomena positive supply shocks. Dengan membanjiri pasar dengan pasokan membuat harga minyak anjlok begitu juga dengan harga batu bara.