DEN: Batu Bara Bisa Dimanfaatkan Jadi Pengganti LPG

Must read

DEN: Batu Bara Bisa Dimanfaatkan Jadi Pengganti LPG

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Eri Purnomohadi mengakui bahwa batu bara bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi lain untuk mengurangi ketergantungan impor LPG, salah satu caranya dengan mengolahnya menjadi Dimethyl Ether (DME) untuk bisa menjadi alternatif pengganti liquified Petroleum gas (LPG).

Tidak dapat dipungkiri, Indonesia kini menjadi negara pengimpor minyak atau net oil importer, termasuk LPG.

Namun demikian, bukan berarti ini tidak bisa diatasi. Sebagai negara yang kaya akan sumber daya batu bara, Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada, seperti mengolah batu bara menjadi DME.

Eri juga menyatakan, kebutuhan energi nasional masih terpenuhi meski di beberapa daerah berlebih dan di daerah lain yang masuk 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) masih mengalami kekurangan.

Gasifikasi batu bara Dimethyl Ether (DME) tengah dikembangkan Pemerintah sebagai energi alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Penggunaan DME diharapkan juga dapat mengurangi impor LPG.

Pengembangan DME diarahkan terutama sebagai substitusi penggunaan LPG yang dulu digunakan untuk mensubstitusi minyak tanah.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menambahkan, apalagi 75% penggunaan LPG di dalam negeri itu berasal dari impor. Kalau kita tergantung impor, dari sisi ketahanan energi akan tidak terlalu baik. Karakteristik DME memiliki kesamaan baik sifat kimia maupun fisika dengan LPG. Lantaran mirip, DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada sekarang, seperti tabung, storage dan handling eksisting.

Baca Juga: Target Ekspor Batu Bara RI di 2021 Capai 412 Juta Ton

Kelebihan lain adalah DME bisa diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk bahan yang dapat diperbarui.

Antara lain biomassa, limbah dan Coal Bed Methane (CBM). Namun, saat ini, batu bara berkalori rendah dinilai sebagai bahan baku yang paling ideal untuk pengembangan DME.

DME memiliki kandungan panas (calorific value) sebesar 7.749 Kcal/Kg, sementara kandungan panas LPG senilai 12.076 Kcal/Kg. DME memiliki kandungan panas (calorific value) sebesar 7.749 Kcal/Kg, sementara kandungan panas LPG senilai 12.076 Kcal/Kg.

Kendati begitu, DME memiliki massa jenis yang lebih tinggi sehingga perbandingan kalori antara DME dengan LPG sekitar 1 berbanding 1,6.

Pemilihan DME untuk subtitusi sumber energi juga mempertimbangkan dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisasi gas rumah kaca hingga 20%.

Apabila LPG per tahun menghasilkan emisi 930 kg CO2, nanti dengan DME hitungannya akan berkurang menjadi 745 kg CO2. Ini nilai-nilai yang sangat baik sejalan dengan upaya-upaya global menekan emisi gas rumah kaca.

Di samping itu, kualitas nyala api yang dihasilkan DME lebih biru dan stabil, tidak menghasilkan partikulat matter (pm) dan NOx, serta tidak mengandung sulfur.

DME merupakan senyawa eter paling sederhana mengandung oksigen dengan rumus kimia CH3OCH3 yang berwujud gas sehingga proses pembakarannya berlangsung lebih cepat dibandingkan LPG.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article