Demi Tarif Listrik Turun PLN Minta Harga Khusus Batu Bara

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani menyuarakan bahwa ‎PLN diminta menurunkan tarif listrik khususnya pada pelanggan industri. Hal tersebut guna menarik investasi, menciptakan listrik industri di Indonesia lebih kompetitif.

Menurut Inten, untuk membuat tarif listrik kompetitif perlu kebijakan khusus mengenai harga energi primer untuk pembangkit. Pasalnya, energi primer memiliki prosi besar yaitu 60 persen ‎dalam pembentukan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik.

PT PLN (persero) mengharapkan pemerintah memberikan perhatian harga untuk bahan bakar energi pembangkit, agar tarif listrik lebih terjangkau.

Baca juga artikel:

  1. Harga Minyak Mentah Turun Di Indonesia, Ada Apa?
  2. Kontribusi Tambang Bagi Pendapatan Negara Capai Rp 46,6 Triliun
  3. Ini 7 Lokasi Tambang Emas Raksasa, Dikelola Emiten Mana Saja?
  4. Clean Coal Technology (CCT) Untuk Produksi Batu Bara Yang Bersih

“‎Kami diberikan target menantang untuk menurunkan tarif listrik khusus industri untuk menarik investasi ke Indonesia dengan tarif kompetitif,” kata Inten, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Inten melanjutkan, PLN juga membutuhkan dukungan pemerintah berkaitan dengan ketersediaan pasokan energi primer, baik batubara atau gas. Di sisi lain PLN juga telah berupaya menekan biaya produksi listrik dengan mengurangi penggunaan pembangkit listrik Berbahan Bakar minyak (BBM)‎.

“Pemerintah diharapkan memberikan dukungan dalam penataan energi primer, untuk mendukung kelistrikan baik volume gas atau batubara,” tandasnya.