Dari Hasil Tambang, Ini 6 Kontribusi Freeport Untuk Papua

Freeport Indonesia telah berada di bumi Papua selama lebih dari 40 tahun. Selama ini Freeport Indonesia nggak cuma melakukan eksplorasi dan penambangan saja, tapi juga berkontribusi nyata untuk mendorong perkembangan masyarakat Papua, khususnya suku-suku yang bertempat tinggal di area operasional.

Buat kamu yang masih belum memahami Freeport Indonesia seutuhnya, ini dia 6 kontribusi nyata Freeport Indonesia dalam pengembangan masyarakat Papua.

1. Pelatihan Profesi Untuk Anggota Suku Di Kawasan Operasional

Kawasan operasional Freeport Indonesia berada di dalam hak ulayat dua suku besar yaitu Amungme dan Kamoro. Namun, masih ada lima suku lain lho, di antaranya adalah Moni, Dani, Damal, Ekari atau Mee, dan Nduga. Nah, tujuh suku ini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan profesi guna meningkatkan mutu sumber daya manusia.

Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Institut Pertambangan Nemangkawi yang didukung oleh Freeport Indonesia. Selain dari segi finansial, salah satu wujud dukungan Freeport Indonesia adalah membantu penyusunan kurikulum pelatihan, untuk memastikan para siswa mendapatkan skill yang memang dibutuhkan oleh industri. Nah, para lulusan Institut Pertambangan Nemangkawi yang memenuhi syarat kompetensi juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Freeport Indonesia, kontraktornya, atau pun perusahaan tambang lain baik di dalam maupun di luar negeri lho. Saat ini tercatat sudah ada 2.982 siswa yang sudah bekerja di Freeport Indonesia dan kontraktornya.

2. Membina Warga Lokal Menjadi Seorang Entrepreneur

Ada 20 jenis keterampilan yang diajarkan di Institut Pertambangan Nemangkawi. Salah satu yang cukup krusial adalah pelatihan menjadi wirausahawan. Meski banyak siswanya yang juga merupakan lulusan perguruan tinggi, namun banyak dari mereka yang belum menguasai skill bisnis. Untuk itu, Institut Pertambangan Nemangkawi mendorong siswanya untuk berani terjun langsung ke pasar setelah mendapatkan pembekalan dari para instruktur berpengalaman.

3. Mendirikan Sekolah dan Asrama Untuk Anak-Anak

Pendidikan adalah kunci utama pembangunan sumber daya manusia. Untuk itu, supaya masa depan Papua semakin cerah, pendidikan anak-anaknya harus diperhatikan betul. Sadar akan hal itu, Freeport Indonesia mendirikan lima sekolah dan asrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari tujuh suku tersebut.

Salah satu sekolah dan asrama yang didukung oleh Freeport Indonesia adalah Taruna Papua. Sekolah dan asrama ini dibina oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Freeport Indonesia memastikan sekolah dan asrama ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap agar para siswa dapat belajar dengan nyaman. Bahkan, mereka juga mendapatkan uang saku lho.

4. Kontribusi Freeport Program Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan, Freeport Indonesia mengadakan beberapa program supaya masyarakat bisa mandiri dari segi finansial. Program tersebut antara lain Program Ekonomi Mandiri dan Dana Bergulir LPMAK. Dari segi dana, Freeport Indonesia sendiri sudah menyiapkan 1 persen dari total pendapatan kotor tahunan untuk kebutuhan pengembangan masyarakat. Meski terkesan kecil, namun jumlahnya bisa mencapai ratusan miliar rupiah lho.

Baca juga: Emiten Berbondong-Bondong Garap Tambang Emas, Ini Kata Analis

Freeport Indonesia juga aktif memberikan pendampingan batu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lho. Saat ini sudah ada 179 pengusaha yang lebih dari setengahnya adalah perempuan. Lebih lanjut, Freeport Indonesia juga punya program Pengembangan Masyarakat Berbasis Desa yang menghasilkan dua komoditi yaitu kakao (buah coklat), kopi, dan juga ayam ternak.

FYI, produk kopi yang dihasilkan adalah kopi Amungme Gold. Kopi ini menyandang predikat kopi “termahal” di dunia karena kopi yang 100 persen organik ini ditanam di atas Gunung Nemangkawi, sehingga harus menggunakan helikopter untuk mengantarkan hasil panen.

5. Kontribusi Freeport Peduli Dengan Kesehatan Masyarakat

Kesehatan masyarakat juga menjadi fokus perhatian Freeport Indonesia. Wujud perhatiannya adalah dengan mendirikan dan mengoperasikan dua rumah sakit, tiga klinik kesehatan, dan dua klinik spesialis yang memberikan layanan kesehatan gratis. Selain itu, Freeport Indonesia juga turut aktif dalam menurunkan kasus penyakit malaria dan tuberkulosis (TB) lho.

6. Membangun Infrastruktur Untuk Digunakan Masyarakat

Demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, Freeport Indonesia juga membangun beragam infrastruktur yang bisa digunakan oleh masyarakat. Sejak tahun 1997 hingga tahun 2019, setidaknya sudah ada 3.200 unit rumah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial yang dibangun oleh Freeport Indonesia. Ada juga dua lapangan terbang perintis di Desa Tsinga dan Aroanop. Lalu, yang paling baru, yaitu membangun Mimika Sport Complex.

Mimika Sport Complex dibangun dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional 2020 yang akan diselenggarakan di Papua dan Papua Barat. Komplek olahraga ini bisa digunakan untuk beragam cabang olahraga, mulai dari basket, voli, badminton, lari cepat, lompat galah, tolak peluru, dan lain sebagainya. Tersedia pula dua mess yang diperuntukkan untuk atlet laki-laki dan perempuan. Fasilitas-fasilitas di sini sudah bertaraf internasional lho.

Itu dia 6 wujud kontribusi nyata Freeport Indonesia dalam pengembangan masyarakat Papua. Buat kamu yang penasaran fakta lain dari Freeport Indonesia yang masih jarang diketahui, stay tune untuk artikel selanjutnya ya!