Dana Ketahanan Cadangan Tambang?

Dana Ketahanan Cadangan Tambang?

Dana Ketahanan Cadangan Tambang?
Dana Ketahanan Cadangan Tambang?

Undang-Undang No. 3 tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara telah memandatkan bahwa pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada tahap kegiatan operasi produksi wajib menyediakan dana ketahanan cadangan mineral dan batu bara.

Berdasarkan Pasal 112A UU No.3 tahun 2020 tersebut, dana ketahanan cadangan minerba digunakan untuk kegiatan penemuan cadangan baru.

Namun ketentuan lebih lanjut mengenai dana ketahanan cadangan minerba ini diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Jika melihat dokumen Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara, pada Pasal 49 disinggung bahwa;

“Dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi lanjutan, pemegang IUP tahap kegiatan operasi produksi wajib mengalokasikan anggaran setiap tahun sebagai dana ketahanan cadangan mineral dan batu bara.”

Besaran dana ketahanan cadangan minerba diusulkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan.

Namun ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara eksplorasi lanjutan dan dana ketahanan cadangan minerba ini diatur dengan Peraturan Menteri.

Masih minimnya penjelasan tentang dana ketahanan cadangan minerba ini, lantas apa sih yang dimaksud dengan dana ketahanan cadangan minerba ini?

Baca Juga: Harga Minyak Tak Senasib dengan Batu Bara & CPO

Dana ketahanan cadangan dalam istilah ekonomi mineral yaitu depletion, yakni metode untuk mengurangi pembayaran pajak bersama dengan amortisasi dan depresiasi yang akan dikurangkan pada EBITDA.