Corona Menggila & Produksi Dikurangi, Minyak Melesat 7%

Corona Menggila & Produksi Dikurangi Minyak Melesat 7%

Corona-Menggila &-Produksi-Dikurangi-Minyak-Melesat-7%
Corona Menggila & Produksi Dikurangi Minyak Melesat 7%

Pada Selasa (3/3/2020), harga minyak mentah kontrak berjangka mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada perdagangan pagi ini harga minyak melesat lebih dari 2%. Minyak Brent naik 2,45% ke US$ 53,17/barel dan minyak WTI naik 2,72% ke US$ 48,02/barel.

Sejak Jumat pekan lalu (28/2/2020), harga minyak mentah telah mengalami kenaikan lebih dari 7%. Minyak Brent naik 7,5% sementara WTI naik 7,9%.

Harga minyak naik menjelang pertemuan organisasi negara pengekspor minyak dan aliansinya (OPEC+) pada 5-6 Maret ini di Vienna.

Harga minyak mentah kontrak kembali ditransaksikan menguat pada perdagangan hari kedua pekan ini. Adanya upaya dari berbagai pihak terutama dari OPEC untuk meredam dampak dari virus corona, mendukung penguatan harga si emas hitam.

Baca Juga: Rata-Rata Gaji Pekerja di Indonesia Menurut Jenjang Pendidikannya. Dunia Tambang Menggiurkan!

Ada kabar bahwa organisasi akan kembali memangkas produksi minyaknya lebih besar dari periode sebelumnya merespons kemungkinan besar turunnya permintaan minyak akibat wabah virus corona ini.

OPEC+ Sarankan Untuk Memangkas Produksi Minyak

Sebelumnya pada awal Februari penasihat OPEC+ yang tergabung dalam Join Technical Committe merekomendasikan organisasi untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 600.000 barel per hari (bpd).

Beberapa anggota organisasi bahkan sedang mempertimbangkan untuk memangkasnya lebih dalam hingga 1 juta bpd.

Namun sampai saat ini Rusia masih mempertimbangkan opsi tersebut seperti yang disampaikan oleh Alexander Novak selaku Menteri Energi Rusia kemarin, melansir Reuters.

Virus corona yang kini telah menginfeksi lebih dari 90. 000 orang dan menewaskan lebih dari 3. 000 orang di lebih dari 60 negara memang menjadi ancaman untuk perekonomian dunia.

Salah satu komoditas yang terancam adalah minyak itu sendiri, mengingat aktivitas transportasi terutama lintas negara melalui jalur udara menjadi terbatas.

IEA memperkirakan permintaan minyak di sepanjang 2020 akan terpangkas sebesar 365.000-825.000 bpd dan terendah sejak 2011. Permintaan diperkirakan turun karena aktivitas ekonomi jadi terpukul.

Untuk meredam dampak dari wabah ini ke perekonomian, para menteri keuangan dari negara-negara anggota G-7 dikabarkan akan bertemu dan mendiskusikan berbagai cara untuk melawan virus corona ini.

Dua kabar tersebut setidaknya menjadi sentimen positif untuk harga minyak mentah.

“Harga minyak kembali naik setelah ekonomi terbesar dunia mengisyaratkan mereka akan bersatu dalam melawan dampak ekonomi dari virus corona dan tengah menunggu Rusia dalam menyetujui usulan pemangkasan produksi (minyak) lebih dalam pada pertemuan minggu ini,” kata Edward Moya, pasar senior analis di OANDA.