Clean Coal Technology (CCT) Untuk Produksi Batu Bara Yang Bersih

Clean Coal Technology
Sudut Energi - Clean Coal Technology

Clean Coal Technology (CCT) atau Teknologi batu bara Bersih adalah teknologi yang dikembangkan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dari pemakaian batu bara.

Pembangkit listrik “batu bara bersih” pertama kali beroperasi di dunia pada bulan September 2008 di Spremberg, Jerman.

Clean Coal Technology
Batu bara bisa Go-Green

Baca Juga: Petrosea Tbk Dipilih WEF Wakili Indonesia di Global Lighthouse Network

CCT yang kini tengah dikembangkan di Jerman diyakini bisa mengurangi kadar emisi karbon yang dihasilkan dari pembakaran batu bara. Rencana penggunaan teknologi CCT ini, diakibatkan oleh pemanasan global yang terjadi saat ini.

Peluang penguatan harga batu bara datang dari munculnya teknologi baru dalam pengolahan batubara yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan teknologi Clean Coal Technology (CCT) tersebut. Sekarang di Indonesia juga sudah mulai mengembangkan teknologi CCT itu.

Dalam pengujian yang dilakukan sebanyak 100.000 ton batu bara bisa diubah menjadi 3.600 miliar metric british thermal unit (mmbtu)/hari. Nantinya gas yang dihasilkan bisa digunakan untuk industri dalam negeri.

Teknologi ini bisa menjadi solusi penipisan stok batu bara sampai tahun 2035, bahkan bisa mengalahkan pamor minyak dan gas bumi.

Teknologi PLTU bersih melalui CCT merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan kenaikan suhu bumi yang tidak lebih dari 2 derajat.

Jerman menambahkan, kebutuhan PLTU batu bara akan mendominasi program 35.000 MW dengan porsi sebesar 56,97% dari total pembangkit listrik yang direncanakan.

Kebutuhan batu bara untuk PLTU saat ini mencapai 87,7 juta ton. Seiring dengan pembangunan program ketenagalistrikan 35.000 MW, kebutuhan batu bara diperkirakan meningkat menjadi 166,2 juta ton pada tahun 2019.