China Pilih Batu Bara Daripada Minyak

China Pilih Batu Bara Daripada Minyak

China Pilih Batu Bara Daripada Minyak
China Pilih Batu Bara Daripada Minyak

Masa depan komoditas perdagangan batu bara diproyeksikan akan tetap langgeng. Hal ini disampaikan oleh kolumnis Bloomberg, David Fickling.

Negara dengan konsumsi batu bara terbesar China masih memiliki ketergantungan yang sangat erat dengan komoditas batu bara. 

Flicking mencatat bahwa target nol (near-zero) untuk emisi pada 2050 perusahaan minyak dan gas PetroChina hanya rencana untuk melindungi keamanan nasional saja daripada iklim.

Sebab China sendiri masih tetap butuh terhadap penggunaan batu bara.

Padahal di sebagian besar negara, tujuan utama dilakukannya target nol adalah untuk meminimalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil, yakni batu bara.

Tetapi birokrat China lebih disibukkan dengan swasembada, sehingga membatasi impor minyak menjadi perhatian yang lebih besar.

Dalam hal ini, pengumuman PetroChina mungkin hanya konfirmasi lebih lanjut bahwa pertimbangan keamanan nasional, bukan iklim, yang mendorong kebijakan energi di Zhongnanhai.

Ketua PetroChina, Dai Houliang, merupakan seorang birokrat Komunis yang pekerjaannya lebih penting adalah sekretaris partai dari perusahaan induk milik negara China National Petroleum Corp.

Peran utama Houliang di PetroChina adalah untuk memastikan dan menjamin keamanan energi, yang menjadi salah satu masalah paling penting di Beijing.

Karena pemegang saham pasti akan sadar, kepentingan mereka tidak ada di sini atau di sana.

Batu bara adalah gambaran yang sangat berbeda di Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Potensi Bijih Freeport Masih Cukup Besar

Berkat cadangan dan permintaan domestik besar yang turun sekitar 9,2% sejak mencapai puncaknya pada tahun 2013.

China secara konsisten dapat memperoleh sekitar 95% dari karbon padatnya di dalam negeri.