China Izinkan Batubara Australia Masuk Di Tengah Embargo

China Izinkan Batubara Australia Masuk Di Tengah Embargo
China Izinkan Batubara Australia Masuk Di Tengah Embargo

Pemerintah China berencana mengizinkan sejumlah kapal yang membawa batubara dari Australia membongkar muatan di tengah embargo. 

Berdasarkan data yang ada, langkah yang dilakukan China bertujuan menunjukkan niat baik kepada negara-negara dengan kapal dan awak kapal terdampar karena pembatasan.

Namun, tindakan tersebut tidak berarti China melonggarkan larangannya atas impor batu bara Australia dan tidak pasti apakah pengiriman akan disetujui oleh bea cukai.

Beberapa kapal mungkin diizinkan mengganti awak ketika mereka menurunkan muatan, tindakan yang akan membantu pelaut dari banyak negara yang terdampar di laut selama berbulan-bulan.

Administrasi bea cukai China tidak segera menanggapi banyak komentar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin mengatakan, dia tidak mengetahui situasinya.

Juga tidak jelas berapa banyak kapal yang akan diizinkan untuk menurunkan muatan. Sebanyak 61 kapal curah sedang menunggu untuk menurunkan batubara Australia di luar pelabuhan China.

Kapal dan pelaut telah terjebak di antara pihak berwenang yang tidak mengizinkan mereka menurunkan muatan dan pembeli yang tidak mengizinkan mereka pergi sebelum menyelesaikan tugas.

Ketika kebuntuan semakin panjang, keprihatinan kemanusiaan bagi sekitar 1.200 pelaut yang terdampar semakin dalam. Seatrade Maritime News melaporkan seorang pelaut di kapal Anastasia mencoba bunuh diri.

Cargill Inc. dan Great Eastern Shipping, penyewa utama dan pemilik kapal Jag Anand, bersama-sama menanggung biaya pengalihan kapal ke Jepang untuk pertukaran awak setelah menunggu berbulan-bulan untuk keluar di China.

Cargill mengatakan, mengalihkan sebuah kapal membantu pelaut melibatkan banyak biaya yang akan setara dengan jutaan dolar per kapal dan bervariasi tergantung pada situasinya.

Baca Juga : 2 Sentimen ini Sebabkan Harga Batubara Acuan Naik!

Sementara larangan batu bara Australia tidak pernah diakui secara publik oleh Beijing, pembangkit listrik dan pabrik baja China secara lisan diberitahu untuk berhenti menggunakan bahan bakar tersebut pada pertengahan Oktober. 

Pihak berwenang juga memerintahkan pedagang untuk menghentikan pembelian rakit komoditas negara, termasuk batu bara mulai 6 November.