China & India Pengaruhi Harga Batu Bara

China & India Pengaruhi Harga Batu Bara

China & India Pengaruhi Harga Batu Bara
China & India Pengaruhi Harga Batu Bara

Harga batu barabelum sepenuhnya stabil. Koreksi kembali mendatangi komoditas pertambangan ini. Koreksi pada harga batu bara ini pun terjadi cukup signifikan.

Nasib komoditas ekspor andalan RI dan Negeri Kanguru tersebut masih bergantung pada kebijakan India dan China terkait pembukaan keran impor. 

Pada Rabu (5/7/2020), batu bara termal acuan Newcastle untuk kontrak secara aktif diperdagangkan pada harga US$ 53,4/ton atau mengalami  koreksi sebesar 1,48%.

Sampai saat ini harga batu bara belum mendapatkan stimulus positif yang kuat untuk mengerek keluar dari pola pergerakan harga batu bara yang sideways.

Pola tersebut telah berlangsung sejak bulan Mei di rentang US$ 51 – US$ 56 per tonnya.

Pasar batu bara lintas laut di kawasan Asia Pasifik memang belum bisa dikatakan bangkit meski relaksasi lockdown sudah banyak ditempuh. 

Impor India untuk kedua jenis batu bara pada bulan Juli diperkirakan oleh Refinitiv sebesar 12 juta ton, naik 36,4% dari 8,8 juta Juni, yang merupakan terendah sejak pelacakan kapal dan data pelabuhan Refinitiv dimulai pada Januari 2015.

Impor bulan Juli menunjukkan pemulihan yang signifikan dan merupakan yang tertinggi sejak April.

Baca Juga: Energi dan Tambang Moncer di Bursa Eropa

Namun volume impor bulan Juli lalu masih 22% di bawah 15,3 juta ton yang diimpor India pada Juli tahun lalu.