China Bikin Matahari Sendiri

China Bikin Matahari Sendiri

China Bikin Matahari Sendiri
China Bikin Matahari Sendiri

Negeri Tirai Bambu berhasil menyalakan matahari buatan menggunakan unsur ringan berbahan bakar ramah lingkungan, yaitu hidrogen deuterium dan tritium.

Panas buatan ini akan terkurung dalam sebuah wadah bernama Tokamak HL-2M. Panasnya bisa mencapai 150 juta derajat celcius, atau 15 kali dari panas inti matahari.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)menjelaskan bagaimana China bisa menghasilkan fusi nuklir yang 15 kali lebih panas dari Matahari.

Menurut Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir BATAN, Dhandang Purwadhi, Tokamak HL-2M menggabungkan dua unsur ringan berupa material deuterium (D) dan tritium (T) yang dipanaskan sehingga membentuk sebuah plasma.

Plasma ini nantinya dipanaskan dan bergerak dalam kecepatan tinggi. Setiap partikelnya akan berbenturan dan menghasilkan sebuah reaksi, bernama reaksi fusi.

Reaksi fusi sendiri merupakan salah satu energi nuklir. Energi ini yang digadang-gadang memiliki panas melebihi inti matahari dan berguna sebagai energi terbarukan ramah lingkungan yang menggantikan energi fosil.

Untuk menjaga energi tersebut tetap berada dalam wadah, lapisan dalam Tokamak memanfaatkan gaya magnet berupa pertemuan dua kutub positif sehingga menghasilkan energi tolak-menolak.

Dengan memanfaatkan gaya magnet, plasma yang sudah tercipta bisa tergantung di tengah tabung yang berbentuk donat tersebut. Sehingga panas dipastikan tidak akan menyentuh tabung dan minim resiko kebocoran.

Sebelum berbentuk plasma, dia memang berada di dasar pipa, tapi begitu dipanaskan, dia berubah menjadi plasma dan berada di tengah-tengah, kemudian di ruangan pipa donatnya dikasih listrik yang sangat tinggi sehingga terjadi medan magnet.

Tabungnya sendiri memanfaatkan materialtungstenyang mempunyai titik leleh 3.422 derajat celcius. Bagian dalam tabung dilapisi dengan lapisan grafit dengan titik leleh 3.600 derajat celcius.

Energi ini akan berputar-putar di dalam Tokamak HL-2M. Hingga energi panas tersebut digunakan dan berangsur-angsur habis.

Baca Juga: Pertamina Gandeng Bomba Group Demi Gasifikasi

Dhandang menjelaskan, dibutuhkan waktu untuk mendinginkan wadah tersebut hingga bisa diisi kembali.

Matahari buatan ini adalah penelitian eksperimen nuklir terbesar dan tercanggih di dunia.

Penelitian ini merupakan proyek penelitian fusi nuklir bersama Reaktor Termonuklir Internasional (ITER) yang berbasis di Perancis.

Rencananya, proyek matahari buatan ini mulai beroperasi pada 2020 dan dikomersilkan pada 2025.