Cadangan Nikel Indonesia Tinggal 10 Tahun Lagi!

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) memerkirakan cadangan nikel Indonesia bisa habis pada tahun 2029. Hal itu karena minimnya temuan cadangan baru dan meningkatnya kebutuhan nikel setelah tahun 2022. “Hanya 7,3 tahun (dari tahun 2022).

Berdasarkan data Badan Geologi per 2019, saat ini Indonesia memiliki total 3,5 miliar ton cadangan bijih nikel. Dari jumlah itu, masing-masing 2,8 miliar ton bijih nikel sebagai cadangan terkira untuk 42 tahun ke depan atau belum tentu dapat diambil meski sudah tidak perlu eksplorasi dan sekitar 700 juta ton bijih nikel yang sudah dibuktikan atau bisa ditambang hingga tujuan tahun ke mendatang. Meskipun demikian, cadangan tersebut dianggap belum tentu bisa diandalkan karena berbagai faktor yang membuatnya tidak mudah diakses.

Baca Juga : Produksi Batubara Tahun Ini Diprediksi Mencapai 530 juta ton

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli menambahkan, kebutuhan nikel untuk diolah di smelter bisa mencapai 76,89 juta ton per tahun. Besaran ini diketahui dari 38 smelter yang diperkirakan akan selesai pada 2022 mendatang untuk keperluan memproses bijih nikel kadar tinggi. Pada katagori bijih nikel kadar tinggi atau kandungan lebih dari 1,7 persen, hanya tersedia total cadangan sebesar 920 juta ton.

Jika diasumsikan bahwa cadangan terkira bisa digunakan maka ketahanan pasokan hanya bisa selama 12 tahun. Sebaliknya, kondisi nikel kadar rendah kurang dari 1,7 persen Ni atau sedikit lebih baik karena total cadangannya masih tercatat sebanyak 2,3 miliar ton.

“Kalau 12 tahun kita khawatir yang bangun smelter sekarang enggak bisa berlangsung dengan kadar rendah saja. Kalau mau yang masih potensi sumber daya 1,9 miliar ton kita eksplorasi agar bisa jadi cadangan,” ucapnya.

Sumber : Kontan.co.id 10 Oktober 2019