Bulan Ini, Indeks Sektor Pertambangan Menghijau

Indeks Sektor Pertambangan
Bulan Ini, Indeks Sektor Pertambangan Menghijau

Pada Desember 2019, indeks sektor pertambangan (Jakmine) bergerak menanjak sejalan dengan penguatan saham-saham emiten sektor pertambangan batu bara.

Berdasarkan data Bloomberg, sejak 2 Desember hingga akhir sesi I perdagangan Selasa (17/12/2019), indeks Jakmine menguat 5,75%. Penguatan itu terjadi pada saat indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 1,13% dan harga batu bara di bursa Newcastle turun 3,84% ke level US $67,15 per ton.

Apabila ditelisik, ada lima saham emiten tambang yang mendorong penguatan (top leaders) indeks Jakmine. Mereka ialah, saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang menguat 28,46%, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) 20%, PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) 30,28%, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) 13,33%, dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) 8,68%.

Kendati demikian, indeks Jakmine masih terpuruk sepanjang tahun berjalan 2019. Jakmine telah turun 14,1% sejak awal tahun hingga akhir perdagangan Senin (16/12/2019).

Baca juga artikel terkait Indeks Sektor Pertambangan: IHSG Diramal Menguat, Saham Tambang dan Properti Direkomendasikan

Dalam suatu risetnya, komoditas batu bara dan nikel berpotensi mengalami penguatan harga. Menurutnya, harga batu bara global terdorong oleh naiknya konsumsi di enam PLTU utama China.

Katalis positif bagi harga nikel juga berasal dari potensi kenaikan permintaan sejalan dengan pertumbuhan industri China pada November 2019. Namun, laju harga nikel dibayangi risiko dari sisi pasokan.

Prospek kilau harga emas cenderung memudar karena suku bunga flat the Fed untuk November. Diperkirakan bahwa harga emas global akan diperdagangkan kedua belah pihak, terutama mengikuti indikator daya beli AS yang akan dirilis minggu ini.