Bukit Asam Pilih Tambang Tanjung Enim untuk Proyek Gasifikasi

PT Bukit Asam (PTBA) memilih tambang di wilayah Tanjung Enim sebagai lokasi proyek gasifikasi batu bara. Tambang ini dipilih setelah mempertimbangkan permitaan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, harga batu bara untuk proyek gasifikasi Bukit Asam di wilayah Tanjung Enim ini dijual U$S 20-21 per ton.

Bukit-Asam-Pilih-Tambang-Tanjung-Enim-untuk-Proyek-Gasifikasi

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, (PTBA) Arviyan Arifin mengatakan setelah dihitung nilai keekonomiannya harga batu bara yang pas untuk proyek gasifikasi yakni US$ 21 per ton.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bisnis model dari gasifikasi investasi semuanya akan dilakukan oleh investor. Partner akan berinvestasi membanagun pabrik, pihak PTBA akan menyediakan batu bara, sementara PT Pertamina (Persero) akan menjadi off taker.

“Jadi dari sisi risiko financial dan konstruksi relatif tidak ada buat PTBA. Kita manfaatkan investor untuk investasi di Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga : Pemerintah Percepat Proyek Gasifikasi Batu Bara

Menurutnya, nilai investasi proyek gasifikasi di Tanjung Enim sebesar US$ 2,1 miliar – US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. “Mereka bawa duit, bangun pabrik, kita supply batu bara, produksi, keluar gas, dibeli Pertamina,” terangnya.

Proyek gasifikasi yang dibangun oleh Airproduct nantinya bisa dimiliki oleh PTBA setelah 20 tahun dengan skema build operate transfer (BOT). Menurutnya, setelah normal beroperasi pihaknya memiliki opsi untuk jadi pemegang saham dengan harga yang disepakati.

“Nanti BOT, 20 tahun. Jadi kita tidak ada risiko buat PTBA tentunya kita datangkan devisa,” paparnya.

Terkait proyek gasifikasi menurutnya, Indonesia butuh investor. PTBA tidak bisa investasi lebih jauh karena ini menggunakan tekhnologi baru dan investasinya cukup besar. Sehingga pembangunan dilakukan oleh investor. Pembangunan proyek ini dirinya sebut akan dimulai tahun depan, sehingga tahun 2024 sudah bisa mulai operasi.

“Jadi kalau sudah selesai kita ambil, tinggal dihitung kelayakannya seperti apa,” jelasnya.

Bukit Asam berpartner dengan PT Pertamina (Persero) dan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Air Products and Chemicals, Inc.