Bukit Asam Bidik Pasar Baru ke Brunei Hingga Taiwan

Bukit Asam Bidik Pasar Baru ke Brunei Hingga Taiwan

Bukit-Asam-Bidik-Pasar-Baru-ke-Brunei-Hingga-Taiwan
Bukit Asam Bidik Pasar Baru ke Brunei Hingga Taiwan

PT. Bukit Asam Tbk (Persero) melebarkan saya demi mencari  pasar baru untuk ekspor batu bara.

Pasar yang menjadi bidikan dari perusahaan plat merah tersebut adalah Brunei Darussalam, Filipina, Taiwan, hingga Thailand.

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C mengatakan, penjualan perusahaan pada kuartal I 2020 mencapai 6,8 juta ton. Naik dibandingkan dengan kuartal I 2019 sebanyak 6,6 juta ton.

Sedangkan ekspor batu bara dari Indonesia yang berasal dari seluruh produsen turun sekitar 20 persen. 

“Melihat data peningkatan, ada penurunan ekspor batu bara dari Indonesia sekitar 20 persen. Tapi peluang tetap ada dan kita realisasikan pengiriman ke pasar baru Brunei, Filipina jadi potensi pasar ke depan. Kemarin enggak ada complain sih dari buyer baru. Brunei itu baru,” kata dia.

Pencarian pasar baru luar negeri terus dicari karena negara tujuan ekspor terbesar PTBA, yakni India, sedang terganggu aktivitas perekonomiannya akibat pandemi COVID-19.

Beberapa pelabuhan tutup sehingga batu bara tidak bisa masuk.

Tak hanya akses masuk yang sulit, pandemi juga membuat harga batu bara bergerak naik turun.

Misalnya, pada Mei lalu indeks harga batu bara Newcastle sempat anjlok ke level USD 52,4 per ton dan indeks harga batu bara Indonesia (ICI) di bulan yang sama malah terjun bebas ke level USD 38,6 per ton.

Baca Juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau Berkat Batu Bara

Hari ini, harganya batu bara berada di bawah level USD 60 per ton, masih jauh dari harga normal tahun lalu yang berada di level USD 70 per ton.

Bahkan diprediksi sulit mengejar indeks harga batu bara Newcastle seperti di awal tahun ini USD 68,5 per ton.