Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan

Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan

Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan
Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan

Indonesia sedang memasuki bayang-bayang resesi.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal II, seperti sebelumnya, banyak diproyeksi akan tumbuh minus.

Bila di kuartal III kondisi tersebut terulang, Indonesia dipastikan resesi lantaran pertumbuhannya minus selama enam bulan.

Namun Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan bahwa dari kacamata bisnis pertambangan, industri tersebut bisa lebih mampu bertahan.

Baca Juga: Saham Paling Cuan di Tengah Kemilau Emas

Karena dari pengalaman situasi krisis sebelumnya baik krisis 2008, 1998, bisnis SDA ini lebih bisa survive dari bisnis lain. 

  1. Hasil pertambangan lebih banyak digunakan

Hasil pertambangan merupakan salah satu komoditas yang paling banyak dibutuhkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga dalam kondisi krisis, permintaannya tidak mengalami tekanan yang berarti.

  1. Sektor pertambangan diharapkan bisa menekan potensi resesi

Sektor pertambangan bisa menjadi salah satu kontribusi pendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Bila kuartal II 2020 kondisinya harus minus, diharapkan pada kuartal III 2020 terjadi pemulihan.

Dunia tambang dapat memberikan insentif bagi perekonomian Indonesia. Sejak 1992 Freeport Setor Rp. 297 Triliun ke Pemerintah.

Freeport menyebut pemerintah Indonesia telah menerima 59 persen manfaat langsung dari operasi Freeport.

Pajak-pajak, royalti, dan dividen yang dibayar Freeport kepada pemerintah Indonesia sejak 1992 mencapai USD 20,5 miliar atau setara dengan Rp. 297,25 triliun (dengan asumsi kurs dolar Rp. 14.500).

Dari total setoran ke negara sebesar USD 20,5 miliar itu, USD 1,602 miliar berasal dari dividen, USD 2,467 miliar dari royalti, dan pajak serta pungutan lainnya USD 16,396 miliar.

Pajak dan pungutan yang dimaksud meliputi PPh Badan, PPN, PBB, Iuran tetap, Pajak Karyawan, PDRB, Bea Masuk, Pajak dan Retribusi Daerah.

  1. Penjualan tembaga PTFI merosot di kuartal I 2020

Berdasarkan laporan Freeport McMoran, produksi tembaga PTFI pada kuartal I 2020 tercatat sebanyak 140 juta pounds.

Turun 3,44 persen dibanding produksi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 145 juta pounds tembaga.

Penjualan tembaga pun turun 27 persen menjadi 127 juta pounds.

Pada kuartal pertama tahun lalu, penjualan tembaga PTFI menyentuh 174 juta pounds.