Berkah di Tengah Perang Dagang China – Australia

Berkah di Tengah Perang Dagang China – Australia

Berkah di Tengah Perang Dagang China - Australia
Berkah di Tengah Perang Dagang China – Australia

Batu bara Indonesia kelimpahan berkah dari perang dagang China dan Australia.

China resmi memboikot sejumlah produk impor dari Australia per hari ini, Jumat (6/11).

Salah satunya batu bara. Akibat boikot tersebut, negara tirai bambu menambah nilai impor batu bara dari Indonesia.

China secara resmi meminta tambahan impor untuk pengiriman kuartal IV 2020, usai boikot batu bara Australia. 

Melalui Direktur Niaga PT Bukit Asam Tbk (Persero) atau PTBA, Adib Ubaidillah mengatakan meningkatnya permintaan China akibat aksi boikot itu, China.

Tapi, dia tidak menyebut volume tambahan permintaan China. 

“Ada beberapa tambahan permintaan dari China untuk kuartal IV ini ke PTBA, tapi enggak terlalu banyak karena Desember sudah hampir sold out,” kata Adib

Adib mengungkapkan hingga akhir tahun, stok batu batu bara perusahaan sudah hampir habis terjual secara volume.

Dia berharap, peningkatan permintaan ini berdampak pada pendapatan PTBA di akhir tahun. 

Pada kuartal III 2020, penjualan batu bara PTBA terbanyak masih diserap dalam domestik sebesar 57 persen terutama ke PT PLN (Persero).

Sisanya, ke pasar ekspor seperti India dan Hongkong yang menjadi pembeli terbanyak dilanjutkan China dan Malaysia.

Peningkatan penjualan juga terjadi karena jualnya mulai merangkak.

Baca Juga: Tambang Dulu dan Sekarang

“Memang ke China tidak agresif sebab banyak bottleneck. Tapi di kuartal IV kita ada penjualan ke China dan jumlahnya cukup besar. Mudah-mudahan terealisasi dengan baik,” kata dia dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal III 2020 secara virtual siang tadi.