Bauran Energi Batu Bara Melesat di Semester I

Bauran Energi Batu Bara Melesat di Semester I

Bauran Energi Batu Bara Melesat di Semester I
Bauran Energi Batu Bara Melesat di Semester I

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan capaian kinerja bauran energi selama semester I 2020. 

Arifin Tasrif mengatakan bauran energi batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik pada semester I mencapai 64,27%, lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 62,72%.

Pada sisi lain, serapan energi nasional  lain mengalami penurunan dari target sebelumnya.

Bauran serapan gas mengalami penurunan, lebih rendah dibandingkan target, yakni hanya 17,81% dari target seharusnya 21,82%.

Ini artinya, meski di tengah pandemi Covid-19, batu bara masih menjadi andalan bahan bakar pembangkit listrik di Tanah Air.

“Realisasi bauran energi untuk tenaga listrik hingga Juni 2020 masih didominasi oleh batu bara 64,27%,” tutur Arifin

Sementara untuk bauran energi lainnya seperti bahan bakar minyak (BBM) menurutnya mencapai 3,75%, beda tipis dari target sebesar 3,95%.

Untuk bauran energi baru terbarukan seperti air mencapai 8,04%, lebih tinggi dari target yang sebesar 6,23%.

Panas bumi 5,84% atau lebih tinggi dari target 4,94%, dan EBT lainnya sebesar 0,29% dari target 0,34%.

Bila dibandingkan target, terlihat porsi bauran EBT malah meningkat di saat pandemi Covid-19 ini.

Lebih lanjut Arifin mengatakan bahwa pemerintah memiliki rencana untuk melakukan penambahan smart grid.

Smart grid merupakan sistem jaringan tenaga listrik yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan teknologi komunikasi canggih sehingga penggunaan tenaga listrik bisa lebih efisien.

Pemanfaatan sumber energi terbarukan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

“Kita juga rencanakan penambahan smart grid dalam hal pemenuhan target bauran EBT dalam sistem tenaga listrik. Pemasangan smart grid telah diamanatkan Perpres 18 Tahun 2020 yang merupakan salah satu solusi yang harus diterapkan,” jelasnya.

Baca Juga: Hitachi ABB Power Grids Luncurkan Pengembangan Tropos

Menurutnya pengembangan smart grid di Pulau Jawa sudah diterapkan dengan sistem digital. Pengembangan smart grid juga dilakukan di luar Pulau Jawa.

Beberapa lokasinya yakni Selayar, Tahuna, Medang, Semau, Bali Eco Smart Grid Lora, Smart Micro Grid Sumba Green Island.

“Tentu saja seluruh program ini akan terus berkelanjutan sehingga Indonesia bisa menghasilkan target elektrifikasi yang sempurna yang dapat dinikmati masyarakat,” tuturnya.