Batubara Sumbang Penerimaan PPN Hingga Rp 439 Miliar

0
4
Batubara Sumbang Penerimaan PPN Hingga Rp 439 Miliar
Batubara Sumbang Penerimaan PPN Hingga Rp 439 Miliar

Menurut data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), realisasi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari komoditas batubara jumlahnya mencapai Rp 439 miliar pada periode Januari-Mei 2021.

Penerimaan PPN ini menjadi salah satu penopang total penerimaan PPN dalam negeri yang jumlahnya mencapai Rp 109,58 triliun pada Januari-Mei 2021, tumbuh 15,95% year per year (yoy).

Rata-rata penerimaan PPN Batubara mencapai Rp 87,89 miliar per bulan, meningkat hampir dua kali lipat dari realisasi bulan November 2020 yang hanya sebesar Rp 48, 29 miliar.  

Sebelum Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja berlaku, komoditas batubara merupakan salah satu yang tidak tergolong sebagai Barang Kena Pajak (BKP). Namun, setelah UU Cipta Kerja berlaku mulai 2 November 2020, batubara menjadi BKP dan atas penyerahannya dikenakan PPN. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja penerimaan Pajak Pertambahan Nilai batubara meningkat akibat perdagangan dan manufaktur global yang terus membaik.

Di tengah tren Harga Batubara Acuan (HBA) yang terus melesat pada bulan Juni ini (US$ 100,33 per ton), Kepala Ekonom Indo Premier Sekuritas, Luthfi Ridho menilai, penerimaan PPN batubara bisa mencapai Rp 1 triliun di tahun 2021.

Baca Juga : Penjelasan Dirjen Pajak Soal PPN Batu Bara

Sementara Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI), Prianto Budi Sapton menyarankan PPN seperti ini dikenakan pada hasil tambah lain sesuai rancangan UU Perpajakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here