Batu Bara Tetap Menguat di Tengah Anjloknya Minyak

Batu Bara Tetap Menguat di Tengah Anjloknya Minyak

Batu-Bara-Tetap-Menguat-di-Tengah-Anjloknya-Minyak
Batu Bara Tetap Menguat di Tengah Anjloknya Minyak

Angin segar tengah berhembus menyapa harga batu bara pekan ini.

Harga emas hitam itu terus mengalami penguatan sepanjang pekan ini. Padahal harga komoditas lainnya seperti minyak mentah dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah cukup dalam.

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara Newcastle menguat 1,6% ke US$ 54,2/ton di pasar spot.

Pada periode yang sama, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) malah melemah 3,17% di pekan ini ke US$ 38,49/barel.

Sementara jenis Brent minus 2,77% ke US$ 41,02/barel. Harga CPO bahkan ambles lebih dari 4%.

Baca Juga: Inilah Uang yang Dihasilkan Tambang Emas Freeport

Pelemahan harga minyak mentah dan CPO dipicu kecemasan pelaku pasar akan terjadinya resesi yang dalam. Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam rilis terbarunya yang berjudul A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

“Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang negatif pada paruh pertama 2020 daripada yang diperkirakan,” tulis lembaga itu.