Batu Bara Nabati Sukses Diuji Coba

Batu Bara Nabati Sukses Diuji Coba

Batu Bara Nabati  Sukses Diuji Coba
Batu Bara Nabati Sukses Diuji Coba

Inovasi energi alternatif mendatangkan sebuah prospek yang menjanjikan.

PT. PLN (Persero) UIK Tanjung Jati B berhasil melakukan uji coba co-firing di PLTU Ropa, Flores pada 14 – 15 September 2020.

Pada proses uji coba tersebut telah dimanfaatkan Batu Bara Nabati (BBN) sebanyak enam ton. BBN merupakan inovasi di bidang energi terbarukan.

Sekaligus perwujudan dari transformasi PLN di bidang green booster.

Secara sistematis sampah biomassa dan limbah kayu legal (legal wood)  diolah menjadi bahan baku dari BBN.

Dimana diproses menggunakan metoda peuyeumisasi (biodrying) untuk selanjutnya diproses peletisasi.

Uji co-firing di PLTU Ropa, Flores merupakan rangkaian uji coba yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero).

Bersama anak perusahaannya dalam merealisasikan amanat peraturan direksi PT. PLN (Persero) Nomor 001.P/DIR/2020. Tentang Pedoman Pelaksanaan Co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap Berbahan Bakar Batu Bara dengan Bahan Bakar Biomassa.

Serta target 100 persen rasio elektrifikasi serta capaian target 23 persen Energi Baru Terbarukan pada 2025 yang dicanangkan Kementerian ESDM.

Selain menggunakan BBN dari Jepara, co firing di PLTU Ropa, Flores juga menggunakan BBN yang berasal dari TOSS Batalyon Armed 7, Bekasi, TOSS Gerakan Ciliwung Bersih Jakarta, dan juga TOSS Desa Sampalan, Klungkung, Bali.

Baca Juga: Digitalisasi Sektor Tambang

Arief Noerhidayat, CEO startup company Comestoarra.com yang dipercaya oleh PT PLN (Persero) untuk berkolaborasi uji co-firing mengatakan, penggunaan BBN ini yang pertama di Indonesia.

Karena seluruh materialnya disesuaikan dan diuji sesuai dengan persyaratan PT PLN (Persero).