Batu Bara ‘Meroket’ Lagi! Naik 14 Persen dalam Sehari

0
5
Batu Bara 'Meroket' Lagi! Naik 14 Persen dalam Sehari
Batu Bara 'Meroket' Lagi! Naik 14 Persen dalam Sehari

Harga batu bara melesat kembali pada perdagangan awal pekan ke-2 Oktober 2021. Namun, kenaikan harga tersebut belum membuat harga si batu hitam mencatat rekor baru.

Per 11 Oktober 2021 harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 257,5/ton. Meroket 14,06% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Akan tetapi, kenaikan lebih dari 14% tersebut belum mampu membuat harga batu bara mengukir rekor. Saat ini rekor harga batu bara ada di US$ 280/ton yang merupakan titik tertinggi setidaknya sejak 2008.

Harga batu bara memang sedang menjalani tren bullish yang luar biasa. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga komoditas andalan ekspor Indonesia ini sudah naik 200%. 

Krisis energi dunia yang disebabkan oleh lonjakan harga gas berperan besar dalam mendongkrak harga batu bara. Secara year-to-date, harga gas alam di Henry Hub (Oklahoma, Amerika Serikat) melonjak 112,52%.

Ini membuat biaya pembangkitan listrik oleh gas alam menjadi mahal. Di Eropa, Refinitiv mencatat harga pembangkitan dengan gas alam adalah EUR 89,4/MWh pada 5 Oktober 2021.

Sementara dengan batu bara jauh lebih murah yaitu EUR 58,06/MWh. Jadi tidak heran batu bara kini menjadi pilihan pengganti gas alam.

Baca Juga : Woow! Batu Bara Kian Menjadi Komoditas Menguntungkan

Ditambah lagi permintaan semakin tinggi karena perekonomian di berbagai negara sudah pulih dari hantaman pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). 

“Pemulihan ekonomi, yang didorong oleh kebijakan moneter longgar dan fiskal yang ekspansif, akan membuat permintaan batu bara meningkat ke atas level sebelum pandemi pada bulan-bulan ke depan,” ujar Toby Hassall, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here