Batu Bara Menanjak Dekati US$ 70

Batu Bara Menanjak Dekati US$ 70

Batu Bara Menanjak Dekati US$ 70
Batu Bara Menanjak Dekati US$ 70

Batu bara terus menunjukkan kekuatannya. Harga kontrak batu bara termal Newcastle ditutup melesat di perdagangan kemarin. Harga batu bara masih tren naik sejak pertengahan Oktober lalu. 

Perdagangan harga kontrak batu bara aktif ditransaksikan menguat 2,68%.

Kini harga batu bara termal Newcastle berjangka itu sudah tembus ke level US$ 68,9/ton. Ini merupakan level tertinggi sejak 30 Maret.

Kekuatan harga batu bara ditunjang oleh beberapa sentimen positif. Pertama tentu terkait berita positif seputar vaksin Covid-19.

Sepanjang bulan ini ada empat kandidat vaksin Covid-19 yang diklaim punya efektivitas dalam proteksi terhadap Covid-19 lebih dari 90%. 

Kandidat vaksin tersebut dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, Gamaleya Research Institute dan Moderna Inc.

Sementara di pekan ini ada kabar terbaru dari pengembang vaksin lainnya yang berasal dari Inggris yaitu AstraZeneca.

Kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca diklaim punya efektivitas di rentang 70% – 90%.

Meski tak setinggi kandidat lainnya, vaksin AZD1222 merupakan salah satu kandidat terkuat dengan harga yang cenderung paling murah. 

Kabar positif tersebut membuat pasar menjadi sumringah. Investor dan trader pun beralih dari aset-aset minim resiko seperti emas ke saham dan komoditas lain. Hal ini turut mendongkrak harga komoditas energi primer.

Harga minyak yang melambung nyaris 30% sepanjang bulan ini juga menjadi sentimen positif yang turut menggerakkan harga batu bara.

Di sisi lain pemangkasan produksi yang tengah dilakukan oleh produsen juga turut menopang harga.

Pasalnya hal ini terjadi saat permintaan di pasar utama mulai pulih. 

Data aliran batu bara Refintiv memperkirakan bahwa impor batubara India (batu bara metalurgi dan termal) untuk bulan Oktober adalah 18,2 juta metrik ton.

Baca Juga: Indonesia Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton

Ini adalah penghitungan bulanan tertinggi sejak Februari 2020, dan hampir dua kali lipat aliran bulanan dari Juni 2020 yang hanya 9,1 mt.

Impor Oktober 2020 20% lebih tinggi dari Oktober tahun lalu. Impor batu bara bulan lalu tercatat sebesar 15,2 juta ton.

Pemulihan dalam impor batu bara India, yang termasuk dorongan tambahan dari restocking, telah menjadi faktor utama yang mendukung pemulihan harga batu bara lintas laut (seaborne).