Batu Bara Masih Terus Reli

Batu Bara Masih Terus Reli

Batu Bara Masih Terus Reli
Batu Bara Masih Terus Reli

Kinerja cemerlang harga batu bara kian tak terbendung. Tercatat, transaksi perdagangan termal batu bara Newcastle untuk kontrak yang ramai diperdagangkan masih melanjutkan reli berkepanjangan.

Hal ini juga ikut mengerek harga batu bara lain termasuk harga batu bara acuan (HBA) Tanah Air. 

Berdasarkan data perdagangan kemarin Kamis (1/10/2020), harga batu bara ditutup menguat 0,73% ke US$ 62,3/ton.

Ini menjadi harga kontrak tertinggi dalam lima bulan terakhir, tepatnya sejak 6 April 2020 silam.

HBA RI bulan Oktober pun ikut terkerek naik 3,2% menjadi US$ 51 per ton dari HBA pada September 2020 yang sebesar US$ 49,42 per ton.

HBA sendiri diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi kenaikan HBA Oktober ini dipicu oleh sinyal positif dari industri China maupun Jepang yang mulai bangkit.

Baca Juga: Nira Lontar Jeneponto, Emas Terpendam di Tanah Kering

“Sinyalemen positif industri yang mulai bangkit di Tiongkok dan Jepang mengerek kenaikan HBA Oktober 2020. Permintaan batubara dari Tiongkok meningkat karena harga batu bara domestik Tiongkok lebih tinggi daripada harga batubara impor,” ujar Agung.