Batu Bara Masih Kuat Nanjak, Tembus US$ 63

Batu bara terus menunjukkan keperkasaannya pada sesi perdagangan. Tercatat, harga kontrak batu bara termal Newcastle masih kuat untuk naik. Kendati gejolak China-Australia belum juga mereda. Kini harga kontrak batu bara masih kokoh di level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Batu Bara Masih Kuat Nanjak, Harganya Tembus US$ 63
Batu Bara Masih Kuat Nanjak, Harganya Tembus US$ 63

Berdasarkan pada sesi perdagangan Rabu (18/11/2020) batu bara termal itu ditutup menguat 0,88% ke harga US$ 63,05/ton.

Harga batu bara terus mengalami tren naik, menjadi harga tertinggi sejak 3 April 2020. Semenjak 9 November melesatnya harga batu bara seperti tidak kehabisan tenaga.

Impor batu bara termal dan kokas China dari Australia memang drop signifikan karena pemerintah dikabarkan memberi instruksi informal bagi pelaku industrinya untuk menjauhi produk batu bara asal Negeri Kanguru itu.

Berdasarkan data Refinitiv, ekspor Australia untuk jenis batu bara kokas dan batu bara termal ke China mencapai 3,35 juta ton pada Oktober atau naik sedikit dari 3,31 juta pada September, tetapi turun drastis dari 12,33 juta pada Juni yang menjadi bulan terkuat sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Harga Batu Bara Ogah Turun!

Namun sebenarnya China juga masih punya masalah yang serius. Ketatnya pasokan membuat harga batu bara domestiknya melambung. Terakhir pekan lalu harga batu bara termal Qinhuangdao dipatok di RMB 618/ton atau setara dengan US$ 94,15/ton.
Harga batu bara termal lokal China sudah melampaui batas atas harga batu bara yang ditetapkan pemerintah yaitu RMB 570/ton.

Selain karena harga batu bara domestik China yang masih sangat tinggi, kenaikan ekspor Australia ke beberapa negara lain setidaknya masih mampu mengimbangi anjloknya ekspor ke Negeri Tirai Bambu.

Ekspor ke India dalam pada bulan September tahun ini tercatat sebesar 5,97 juta ton. Namun, impor batu bara India dari Australia sebagian besar merupakan batu bara kokas dan oleh karena itu hanya berdampak kecil pada harga batu bara termal.
Di luar China, pelanggan batu bara termal utama Australia adalah Jepang dan Korea Selatan, yang memberikan gambaran yang lebih positif bagi penambang batu bara asal Negeri Kanguru.

Ekspor Australia ke Jepang sedikit meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Ekspor batu bara tercatat mencapai 8,3 juta ton di bulan Oktober dan 8,45 juta di bulan September. Ekspor pada dua bulan tersebut menjadi yang terbaik sejak Maret.

Baca Juga: Batu Bara Sudah Kena Pajak

Pengiriman ke Korea Selatan mencapai 4,95 juta ton pada Oktober atau mengalami kenaikan dari 4,24 juta pada September dan menjadi ekspor Australia terkuat sejak Desember tahun lalu.

Menambah sentimen positif untuk harga adalah berita baik terkait perkembangan terbaru vaksin Covid-19 Pfizer, BioNTech dan Moderna yang menjanjikan. Optimisme di pasar meningkat dan harga-harga komoditas pun terangkat. Itulah faktor-faktor yang membuat harga batu