Batu Bara Masa Depan Pakai Metode Hybrid

Batu Bara Masa Depan Pakai Metode Hybrid

Batu Bara Masa Depan Pakai Metode Hybrid
Batu Bara Masa Depan Pakai Metode Hybrid

Negara seluruh dunia sepakat untuk memegang komitmen melangkah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

The International Energy Agency, sebuah badan energi internasional, telah membuat sebuah proyeksi bahwa kuantitas pembangkit tenaga listrik batubara akan meningkat secara signifikan di masa depan.

Oleh karena itu metode penggunaan batubara dengan polusi seminim mungkin adalah keharusan yang mendesak.

Penelit Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah bereksperimen untuk membuat suatu metode yang mampu menghasilkan jauh lebih sedikit emisi dari metode pembakaran batubara terbersih yang pernah digunakan.

Para ilmuwan bekerja dengan menggabungkan dua langkah utama dalam pembangkit listrik tenaga batubara, yaitu gasifikasi batubara dan sel bahan bakar.

Gasifikasi batubara adalah metode konversi batubara menjadi gas melalui suatu reaksi melibatkan beberapa reaktan udara.

Contoh dari reaktan-reaktan udara adalah oksigen, karbondioksida, dan uap air.

Gasifikasi dilakukan dalam sebuah alat bernama gasifier. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan gas batubara yang mudah untuk dibakar dan juga disimpan.

Menurut Katherine Ong, mahasiswa doctoral MIT sekaligus pencetus penelitian ini, reaksi gasifikasi ini memerlukan suhu yang lebih rendah dari suhu pembakaran biasa sehingga lebih efisien.

Baca Juga: IUPK Bermasalah, Arutmin Bisa Setop Produksi

Sedangkan sel bahan bakar bekerja dengan melewatkan bahan bakar gas melalui sistem menyerupai jaringan sel dimana bahan bakar gas akan bereaksi dengan oksigen dari udara (secara elektrokimia) untuk menghasilkan energi listrik.

Menurut Ong, kedua proses tersebut biasanya sama-sama bekerja pada suhu 800 derajat Celcius sehingga dapat digabungkan.