Batu Bara Lesu, Isu PHK Massal Sektor Pertambangan Muncul

Pada tahun itu batu bara lesu dihargai 97,9 dollar amerika per ton. Sehingga jika dibandingkan dengan HBA November 2019, nilainya anjlok 32,3 persen.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga batu bara acuan (HBA) November 2019 sebesar 66,27 dollar amerika per ton, atau menguat 2,3 persen dibandingkan dengan Oktober 2019 lalu seharga 64,8 dollar amerika per ton.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 224 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk November 2019. Beleid tersebut diteken Arifin Tasrif, Menteri ESDM pada 1 November 2019 lalu.

Meski harga batu bara meningkat tipis jika dilihat dalam periode per bulan, hal berbeda terlihat jika harga batu bara dibandingkan periode yang sama tahun lalu (2018).

Baca juga artikel Isu PHK Massal Sektor Pertambangan Muncul: Restriksi Batu Bara oleh China tak Berimbas ke Pertumbuhan Ekonomi

Harga Batu Bara Lesu, Isu PHK Massal

Harga batu bara memang mengalami tren pelemahan pada tahun ini. Bahkan, HBA yang ditetapkan pada Juli 2019 lalu sebesar US$71,92 per ton merupakan yang terendah dalam 2,5 tahun terakhir.

Akibat hal ini, berembus kabar bahwa perusahaan yang bergerak di bidang pengerukan emas hitam di Kaltim, akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal alias besar-besaran.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim per bulan Agustus 2019 total penduduk Kaltim yang telah bekerja mencapai 1.704.808 orang, bertambah sebanyak 86.523 orang dibandingkan keadaan Agustus 2018 (1.618.285 orang).

Untuk sektor pertambangan dan penggalian pada tahun 2019 berkontribusi sebesar 8,55 persen (145.794 orang), dalam menyerap angka tenaga kerja di Kaltim. Namun angka ini menurut dibandingkan tahun 2018 pada bulan yang sama, yaitu sebesar 8,94 persen (144.717 orang).

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltim pada Agustus 2019 mencapai 6,09 persen, atau sebanyak 110.574 orang. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan TPT di bulan yang sama pada tahun 2018 sebesar 6,60 persen (114.313 orang).

Hingga saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka Kaltim masih berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar 5,28 persen, atau peringkat 26 dari 34 provinsi di Indonesia. Peringkat satu diduduki oleh Provinsi Bali, karena memperoleh persentase TPT terendah di Indonesia yaitu sebesar 1,52 persen. Sementara Provinsi Banten tercatat memiliki TPT tertinggi dengan 8,11 persen.