Batu Bara Jadi Idaman Ditengah Pandemi

Batu Bara Jadi Idaman Ditengah Pandemi

Batu Bara Jadi Idaman Ditengah Pandemi
Batu Bara Jadi Idaman Ditengah Pandemi

Komoditas perdagangan batu bara sedang menjadi spotlight. Kinerja batu bara mulai membaik setelah tertahan selama pandemi Covid-19.

Harga batubara acuan (HBA) periode November 2020 yang mulai naik. 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA bulan ini sebesar US$ 55,71 per ton.

HBA ini naik 9,23% dibandingkan dengan HBA periode Oktober 2020 yang kala itu berada di angka US$ 51 per ton.

Meski demikian, prospek emiten yang bergerak di sektor tambang batubara masih belum jernih.

Sebab, sentimen yang mewarnai sektor ini cukup ramai, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menyebut, salah satu sentimen yang dihadapi adalah pembatasan impor batubara oleh China yang terus berlanjut seiring dengan gerakan pengembangan energi terbarukan di Negeri Panda tersebut.

Hal ini tercermin dari harga batubara yang sudah menurun 16,35% secara year-to-date (ytd) meskipun belakangan ini harga batubara memang perlahan naik.

Baca Juga: Truk Tambang Jadi Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia

Selain itu, peningkatan produksi dan persediaan batubara dalam negeri menyebabkan China mengurangi impor batubaranya sehingga impor turun 7,24% secara ytd, yang diikuti oleh penurunan ekspor batubara dari Indonesia sebesar 10,64% sejak awal tahun.

Hal ini tentunya menjadi perhatian yang mendalam untuk ekspor batubara di masa depan bagi  Indonesia karena kontribusi ekspornya yang besar terhadap China.