Batu Bara Diserap Pasar Dalam Negeri

Batu Bara Diserap Pasar Dalam Negeri

Batu-Bara-Diserap-Pasar-Dalam-Negeri
Batu Bara Diserap Pasar Dalam Negeri

Total penjualan batu bara untuk pasar dalam negeri pada triwulan I 2020 mencapai sebesar 237.358 ton.

Angka tersebut masih setara 9,24 persen dari target rencana penjualan batubara dalam negeri sebesar 2,56 juta ton di tahun 2020.

Sebagaimana diketahui, rencana tersebut wajib direalisasikan karena berkaitan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang diterbitkan pemerintah pusat.

Lebih detail, baru ada empat dari tiga belas perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah merealisasikan penjualan dalam negeri mereka.

Yakni PT. Tubindo sebanyak 7.820 ton, PT. Benamakmur Selaras Sejahtera sebanyak 192.643 ton, PT. Kayan Putra Utama Coal sebesar 4.129 ton dan PT. Mitrabara Adiperdana sebesar 32.766 ton.

Sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Kaltara, Ferdy Manurung Tanduklangi menjelaskan, angka yang tertera dalam rencana DMO berasal dari Kementerian ESDM. Yakni sebesar 25 persen dari kuota yang diberikan.

Adapun di tahun 2020 ini, dijelaskannya, pemerintah pusat masih menetapkan harga jual batu bara bagi penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebesar USD 70 per metrik ton.

Besaran tersebut, disampaikan Ferdy, merupakan harga titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut dan menjadi batasan harga tertinggi bila HBA melampaui harga tersebut.

Baca Juga: Indika Energy Siap Buyback

Lanjutnya, pemerintah sendiri menentukan penjualan batu bara didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen, dan Ash 15 persen.

Berbicara capaian realisasi DMO di tahun lalu, Ferdy mengatakan bahwa sudah dipatuhi sepenuhnya oleh perusahaan.

Berkaca dari produksi di tahun 2019 sebesar 11,94 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa DMO yang dijalankan seluruh perusahaan mencapai 2,98 juta ton.