Batu Bara Diprediksi Masih Berpotensi Naik di Bulan Juli

Must read

Harga Batu bara Acuan (HBA) ICE Newcastle kontrak Juli 2021 diprediksi akan kembali naik ke level US$ 118,50/ton, melihat selama bulan Juni 2021 HBA itu selalu naik dan mencapai di angka US$ 112/ton pada akhir perdagangan pekan lalu. 

Menurut Founder Traderindo.com Wahyu Laksono, naiknya batubara saat ini mengikuti tren energi, seperti harga minyak yang tetap di level US$ 70-an per barel. Secara year to date (ytd) harga batubara ini naik 47,94%, dari US$ 80,10 per metrik ton di akhir tahun 2020. 

Secara fundamental, menurutnya stimulus masih menjadi sumber dari naiknya batubara, dengan banyaknya uang yang beredar. 

Selain itu, ia melihat bahwa permintaan yang kuat untuk listrik di China ditambah dengan perlambatan produksi batubara lokal yang dikombinasikan dengan larangan impor batubara Australia, menciptakan kondisi yang sempurna bagi batubara untuk terus naik.

Ia juga menilai bahwa pihak berwenang China yang sedang menjajaki cara untuk mengendalikan lonjakan biaya energi, termasuk dengan membatasi harga batubara. Terhambatnya pasokan justru oleh masalah kebijakan investasi padahal permintaan masih tinggi.

“Batubara mengalami lonjakan permintaan yang dramatis tepat ketika beberapa penambang utama dilanda masalah produksi, memicu lonjakan harga dari China ke Eropa dan AS,” kata Wahyu kepada Kontan, Kamis (10/6).

Hal lain juga karena suhu yang terik di Asia Utara yang meningkatkan kebutuhan AC, menambah permintaan yang sudah kuat karena pemulihan industri dari pandemi. Masalah lain yang dihadapi juga seperti keamanan tambang di China, dan curah hujan yang tinggi di Indonesia menghambat produksi.

“Lonjakan harga terjadi saat ini di tengah krisis eksistensi untuk batu bara, dengan kebijakan iklim yang mempersulit investasi dalam proyek-proyek baru,” ujarnya.

Wahyu melihat bahwa harga batubara akan sedikit bergeser kembali naik. Untuk jangka menengah ia melihat bahwa batubara masih akan bergerak di rentang US$ 90 – US$ 130 per metrik ton.

Baca Juga : Kinerja Petrosea Moncer saat Pandemi Melanda

Jangka panjang, ia melihat akan bergerak di rentang US$ 50 – US$ 140 per metrik ton. Sedangkan untuk konsolidasi tahunan bergerak di rentang US$ 80 – US$ 90 per metrik ton. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article