Batu Bara Butuh Katalis Positif

Batu Bara Butuh Katalis Positif

Batu Bara Butuh Katalis Positif
Batu Bara Butuh Katalis Positif

Batu bara butuh sebuah katalis positif yang mampu menjaga harga.

Sejauh ini pelonggaran lockdown dan mulai sedikit bergeliatnya perekonomian di beberapa negara.

Namun, hal ini belum mampu mendongkrak harga batu bara ke posisi aman.

Belum munculnya sinyal positif yang mendukung membuat harga batu bara termal acuan Newcastle ditutup menurun.

Harga batu bara kembali menuju level merah seperti yang pernah tercatat sebelumnya.

Harga batu bara kontrak diperjualbelikan melemah 2,43% poin ke level US$ 52,1/ton.

Pada saat bersamaan Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Agustus juga berada di level US$ 50,34 per ton. Turun 3,49 % dibandingkan bulan Juli dari angka US$ 52,16 per ton.

Tren penurunan HBA dalam lima bulan terakhir disebabkan pandemi Covid-19 dan tingginya stok batu bara di pasar global.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2020).

“Penurunan HBA bulan Agustus 2020 ini masih disebabkan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan turunnya permintaan di beberapa negara pengimpor batu bara, sementara stok batu bara di pasar global juga makin meningkat,” katanya.

Baca Juga: Strategi Menumbuhkan Investasi Eksplorasi Tambang

Lebih lanjut Agung menyampaikan penurunan harga batu bara global juga dipicu kebijakan China dan India yang memprioritaskan penggunaan batu bara produksi dalam negeri.