Bangka Sulap Tambang Jadi Lokasi Agrowisata

Bangka Sulap Tambang Jadi Lokasi Agrowisata

Bangka Sulap Tambang Jadi Lokasi Agrowisata
Bangka Sulap Tambang Jadi Lokasi Agrowisata

Reklamasi lahan pasca tambang Bangka dapat menjadi sebuah percontohan.

Bangka Belitung berhasil memberikan sentuhan cantik pada lahan reklamasi tambang.

Beberapa kawasan bekas tambang di Kepulauan Bangka Belitung. Kini mulai bertransfromasi menjadi lahan hidup dengan pengembangan konsep agrowisata. 

Banyak tempat lahan pasca tambang yang menjadi pusat tujuan wisata bagi warga untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Salah satunya yang layak untuk dikunjungi adalah Kampoeng Reklamasi di daerah Air Jangkang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. 

Destinasi yang mengusung tema kembali ke alam (back to nature) ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang.

Di kawasan ini, Anda bisa menemukan berbagai jenis satwa dan pepohonan endemik, kebun sayur-sayuran, budidaya ikan, pengembangbiakan sapi hingga peternakan kuda. 

Bahkan beberapa spot sengaja didesain sebagai lokasi berfoto yang ikonik dan Instagramable.

Misalnya spot kebun bunga matahari dan rumah kayu di atas kolam ikan. “Tak menyangka, ini dulunya bekas tambang timah. 

Sekarang semuanya sudah berubah. Banyak tanaman, satwa, dan terasa lebih hidup dan alami,” kata Reni, salah seorang pengunjung dari Jakarta

Suasana yang asri dengan kicauan burung yang kerap terdengar memang telah mengubah potret daerah Air Jangkang.

Dulunya, kawasan ini terkesan terbengkalai dengan topografi berupa gundukan pasir bekas galian. 

Namun, saat ini daerah Air Jangkang ibarat gadis remaja yang mahir bersolek.

Perubahan signifikan yang terjadi di daerah tersebut lahir dari komitmen masyarakat yang didukung penuh emiten tambang PT. Timah Tbk.

Baca Juga: Indra Keenam Penemu Cadangan Emas

Penangkaran satwa dan vegetasi Salah satu pengelola dari Animals Lover Bangka Belitung Island (Alobi) Langka Sani.

Ia mengatakan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang kini juga difungsikan sebagai Pusat Penyelamatan Satwa (PPS).