Bahan Bakar Nabati Sawit, Harapan Baru Indonesia

Bahan Bakar Nabati Sawit, Harapan Baru Indonesia

Bahan Bakar Nabati Sawit, Harapan Baru Indonesia
Bahan Bakar Nabati Sawit, Harapan Baru Indonesia

Bahan bakar kendaraan pasti identik dengan bensin atau solar. Tentunya, bahan bakar itu berasal dari minyak bumi atau fosil yang berasal dari perut bumi.

Karena kebutuhan akan minyak bumi terus meningkat, maka minyak yang ada di bumi pasti lama kelamaan bisa habis.

Karena itu dibutuhkan upaya dan inovasi agar bahan bakar bisa diperbaharui. 

Belum lama ini, Pertamina dan ITB berhasil menguji coba produksi green diesel D100 dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) kelapa sawit berkapasitas 1.000 barel per hari di Kilang Pertamina Dumai.

Hal ini menjadi harapan baru akan bangkitnya kemandirian energi terbarukan di Indonesia.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, dengan adanya kabar baik itu maka diprediksi bahan bakar nabati berbasis sawit akan menjadikan perekonomian Indonesia bergerak lebih cepat.

Hal ini juga berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi, mengingat sektor energi memiliki peranan yang penting dan strategis bagi perekonomian nasional Indonesia. 

Indonesia perlu berubah terhadap ketergantungan akan bahan bakar fosil menjadi pada bahan bakar terbarukan.

Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Cold Storage Energi Surya

Indonesia perlu meningkatkan kapasitas bahan bakar terbarukan dalam energi campuran sekitar 23 persen di tahun 2025, dan harapannya dapat mencapai 31 persen pada 2050.