Bagaimana Proyeksi Harga Batu Bara Masa Depan

Bagaimana Proyeksi Harga Batu Bara Masa Depan

Bagaimana Proyeksi Harga Batu Bara Masa Depan
Bagaimana Proyeksi Harga Batu Bara Masa Depan

Tidak terduga batu bara mampu melewati sebuah masa sulit, setelah dihantam badai pandemi Covid-19.

Harga batu bara termal Newcastle melesat signifikan selama perdagangan pekan lalu. Harga batu  tersebut menguat mendekati level tertingginya.

Perdagangan harga batu bara kontrak berjangka naik 7,44% selama seminggu kemarin ke US$ 54,15/ton. Level tersebut merupakan harga tertinggi sejak 4 Agustus lalu yang berada di US$ 54,2/ton.

Kenaikan harga batu bara yang tajam terjadi lantaran harga kontrak futures-nya sudah terlampau murah. Harga terendah yang tercatat di bulan September berada di US$ 49,9/ton pada Senin (7/9/2020).

Harga batu bara ambrol sejak April saat sebagian besar wilayah bumi ‘dikunci’ untuk menekan penyebaran kasus infeksi Covid-19.

Negara-negara konsumen batu bara terbesar di Asia seperti India bahkan menerapkan lockdown nasional.

Sementara, Negeri Sakura dan Negeri Ginseng juga menerapkan pembatasan sosial untuk menekan angka infeksi Covid-19 di negaranya. 

Lockdown menimbulkan konsekuensi berupa penurunan konsumsi listrik terutama dari sektor industri dan komersial.

Baca Juga: Harga Minyak Bumi Melemah Dilahap Pandemi

Penurunan konsumsi listrik juga menurunkan permintaan batu bara.

Apalagi di masa pandemi banyak negara yang memanfaatkan momentum untuk mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.