Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah?

Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah?

Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah?
Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah?

Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun energi bisa berubah dari satu bentuk energi menjadi energi lainnya.

Nah, PLTSa ini menjadi salah satu sumber energi yang mengubah zat dari sampah menjadi energi yang lebih bermanfaat, yaitu energi listrik.

Proses pengolahan sampah menjadi energi ini bisa berbeda-beda di setiap PLTSa, teman-teman. Namun, umumnya, sampah yang akan diolah menjadi energi listrik ini diolah dengan cara dibakar.

Kemudian, energi panas dari api pembakaran ini akan diproses menjadi uap untuk menghasilkan energi listrik untuk bangunan-bangunan yang membutuhkan listrik.

Oh iya, hasil energi dari PLTSa ini termasuk salah satu contoh energi baru terbarukan, lo.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sekitar 20 ribu ton sampah yang dihasilkan di sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) besar, dapat menghasilkan sekitar 251 MW (megawatt) dan 34,9 MW landfill gas.

Wah, kira-kira energi sebanyak itu bisa mengaliri listrik ke berapa rumah, ya?

Cara Kerja PLTSa

Secara umum, proses pengolahan sampah di PLTSa dimulai dari sampah yang diletakkan dalam sebuah lubang besar.

Kemudian ada alat yang berfungsi mengambil sampah, kemudian meletakkannya ke ruang pembakaran.

Sampah ini akan dibakar dan menghasilkan panas. Kemudian panas mengubah air menjadi uap di sebuah ketel yang besar.

Setelahnya, uap air bertekanan tinggi akan menggerakkan generator turbin yang menghasilkan listrik.

Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Laut Segera Dikembangkan

Dalam PLTSa yang ramah lingkungan, ada sistem untuk mengendalikan polusi yang bisa menghilangkan polutan dari gas sisa pembakaran yang keluar dari cerobong asap.

Kemudian ada juga sistem yang akan mengumpulkan abu sisa proses pembakaran itu, teman-teman.