Awal 2021 Freeport Sumbang 45 Miliar Untuk Negara

Awal 2021 Freeport Sumbang 45 Miliar Untuk Negara

Awal-2021-Freeport-Sumbang-45-Miliar-Untuk-Negara

PT Freeport Indonesia di awal tahun 2021 telah melakukan ekspor perdana konsentrat tembaga dan mineral ikutannya dengan total mencapai 22.000 wmt (wet metric ton) dan sumbang penerimaan negara sebesar Rp 45 miliar.

Sebanyak 22.000 wmt konsentrat tembaga dan mineral ikutan lainnya yang diproduksi PT Freeport Indonesia dari lokasi pertambangannya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua itu, diekspor ke Huelva, Spanyol.

Barang tambang Freeport Indonesia itu diangkut dengan Kapal MV Atlantic Diana beberapa hari lalu dari Pelabuhan Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh.

Penerimaan negara yang diperoleh dari kegiatan ekspor konsentrat PT Freeport itu terdiri atas penerimaan bea keluar sebesar Rp 33,98 miliar dan PPh 22 Ekspor Rp 11,03 miliar.

Penerimaan bea keluar dihitung berdasarkan kurs yang berlaku saat ini yaitu Rp 14.228 per dolar AS, tarif 5 persen, serta Harga Patokan Ekspor (HPE) adalah Rp 2.171,67.

Baca Juga: Laba Petrosea Ditopang Freeport dan Kideco

Meskipun tahun 2020 merupakan periode yang sulit akibat adanya pandemi Covid-19, Kantor Bea Cukai Timika mampu menyumbang pemungutan bea keluar tertinggi di seluruh Indonesia, dengan total hampir 50 persen dari seluruh penerimaan bea keluar se-Indonesia.

Hingga 31 Desember 2020 Kantor Bea Cukai Timika menyumbang penerimaan negara dari sektor pungutan bea masuk sebesar Rp 104,61 miliar, bea keluar sebesar Rp1,72 triliun, serta penerimaan pabean lainnya sebesar Rp12 miliar.

Total penerimaan negara yang dikumpulkan oleh Kantor Bea Cukai Timika hingga akhir 2020 lalu mencapai Rp1,84 triliun.

Pada masa-masa mendatang diharapkan terjadi peningkatan produksi maupun volume ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia sehingga akan berdampak pada meningkatnya penerimaan negara.