Aturan Divestasi Via Bursa Saham di PP Minerba Baru

Aturan Divestasi Via Bursa Saham di PP Minerba Baru

Aturan Divestasi Via Bursa Saham di PP Minerba Baru
Aturan Divestasi Via Bursa Saham di PP Minerba Baru

Berdasarkan dokumen Rancangan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara pada Pasal 139.

Dicantumkan bahwa bila pemerintah pusat hingga perusahaan swasta nasional tidak berminat ambil divestasi saham asing tersebut.

Maka, penawaran divestasi bisa dilakukan melalui bursa saham Indonesia.

Pemerintah masih memberikan peluang pelaksanaan divestasi saham milik asing dari pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebesar 51% kepada nasional melalui bursa saham Indonesia.

Lebih lanjut dalam pasal ini disebutkan bahwa “dalam hal terjadi peningkatan jumlah modal pada pemegang IUP dan IUPK setelah pelaksanaan divestasi saham. Maka, saham divestasi tidak boleh terdilusi menjadi lebih kecil dari jumlah saham sesuai dengan kewajiban divestasi saham.”

Seperti diketahui, pemerintah mengamanatkan kewajiban divestasi bagi pemegang saham asing pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) mineral dan batu bara sebesar 51% kepada nasional.

Hal ini tercantum dalam Pasal 112 Undang-Undang No.3 tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba).

Sebagai aturan pelaksana UU Minerba tersebut, kini pemerintah tengah merancang Peraturan Pemerintah tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Meski belum disahkan, namun terdapat sebanyak 202 pasal yang ditargetkan bisa ditetapkan pada September ini.

Baca Juga: Angin Bahagia Harga Batu Bara

Dalam dokumen Rancangan PP ini, disebutkan rincian tahapan dan besaran divestasi yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi tambang dan pelaksanaan hilirisasi minerba pemegang IUP atau IUPK.